Sekolah Sebagai Ruang Hegemoni Ideologis: Analisis Pendidikan Dalam Prespektif Antonio Gramsci

Authors

  • Alfi Lakhana Labib Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2211

Keywords:

Antonio Gramsci, Hegemoni ideologis, Kurikulum, Pendidikan, Transformasi sosial

Abstract

Artikel ini mengkaji peran sekolah sebagai ruang hegemoni ideologis menurut perspektif Antonio Gramsci. Penelitian ini menjelaskan bagaimana sekolah, melalui berbagai elemen seperti kurikulum, budaya, dan sistem evaluasi, memperkuat ideologi dominan yang mendorong nilai-nilai seperti meritokrasi, individualisme, dan kompetisi. Dalam pandangan Gramsci, pendidikan bukan hanya sekadar sarana transfer pengetahuan, melainkan juga alat untuk menyebarkan ideologi yang mempertahankan status quo, di mana ketidaksetaraan dan struktur kekuasaan tertentu sering dianggap "alami" dan sulit dipertanyakan. Meskipun demikian, meski berada dalam kerangka hegemoni ideologis, sekolah memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan. Dengan menerapkan pendekatan yang lebih inklusif dan reflektif, serta memperkuat peran guru sebagai intelektual organik, sekolah dapat berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan kesadaran kritis dan menentang hegemoni yang ada. Oleh karena itu, pendidikan memiliki kapasitas untuk mendorong transformasi sosial yang lebih adil dan menjadi alat untuk membangun blok historis yang lebih egaliter. Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan pedagogik yang dapat mendukung perlawanan terhadap hegemoni ideologis dalam sistem pendidikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buttigieg, J. (2025). Gramsci and education. Routledge.

Cornelius-Bell, A., & Bell, P. A. (2024). Educational hegemony: Anglospheric education institutions and the potential of organic intellectuals. Critical Journal of Education and Social Sciences, 4(1), 49–62. https://doi.org/10.53103/cjess.v4i1.213

Hafidz. (2024). Hegemoni negara terhadap dunia pendidikan: Telaah atas teori kritis Antonio Gramsci.

Michael W., A. (1993). The politics of official knowledge: Does a national curriculum make sense? Teachers College Record, 95(2), 222–241.

Nacílio, A., Neto, J., Felippe, D. O., Kehler, S., Silva, Á. R., Mendes, G. B., Teixeira, L., Henrique, J., Machado, R., & Luengo, S. (2024). Education and technology: A critical look at technological education from the Gramscian and Marxist perspective. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 8150–8171.

Putri, S. S., Istiqomah, M. H., Kuncoro, N. A., & D. S. (2025). Hegemoni kekuasaan dalam novel Animal Farm karya George Orwell (teori Gramsci). Peneroka, 5(2), 223–233. https://doi.org/10.30739/peneroka.v5i2.4149

Torro, S., Tamrin, S., Sadriani, A., Sunra, L., Kasim, N., Languange, D. E., & Makassar, U. N. (2022). The correlation between teacher’s hegemony and students’ critical thinking skills. [Prosiding/Journal tidak dicantumkan], 01040.

Yildiz, E., & Ohnmacht, F. (2022). Educational success despite school? From cultural hegemony to a post-inclusive school. Journal of Education Policy, 10(2), 313–323.

Downloads

Published

2026-01-20