Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Matematika Dalam Menghadapi Asesmen Nasional Di Alor, NTT
DOI:
https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2469Keywords:
Asesmen nasional, Kompetensi guru matematika, Literasi numerasi, Pengembangan profesional guruAbstract
Implementasi Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional menuntut transformasi kompetensi guru matematika, khususnya di daerah tertinggal seperti Alor, Nusa Tenggara Timur. Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi strategi peningkatan kompetensi guru matematika dalam menghadapi AN melalui pendekatan fenomenologi dengan melibatkan 24 guru matematika SMP dan SMA di Alor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran selama periode Agustus–November 2024. Temuan menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan signifikan dalam memahami literasi numerasi berbasis konteks, mengintegrasikan higher-order thinking skills (HOTS), dan memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran adaptif. Strategi yang terbukti efektif meliputi: (1) pelatihan berbasis komunitas praktik (community of practice) dengan pendampingan berkelanjutan; (2) pengembangan bank soal numerasi kontekstual berbasis kearifan lokal; (3) kolaborasi lesson study untuk perbaikan praktik pembelajaran; dan (4) pemanfaatkan platform digital untuk self-directed learning. Analisis data empiris menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang instrumen penilaian berbasis literasi numerasi (rata-rata skor meningkat dari 62,4 menjadi 78,6) dan mengimplementasikan pembelajaran berorientasi HOTS (dari 58,3 menjadi 75,2) setelah intervensi selama empat bulan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya dukungan sistemik dari pemerintah daerah, kolaborasi multipihak, dan keberlanjutan program pengembangan profesional guru di wilayah terpencil untuk menjamin keadilan mutu pendidikan nasional.
Downloads
References
Azizah, N., & Wulandari, S. (2023). Analisis kesiapan guru matematika dalam implementasi asesmen kompetensi minimum di Indonesia Timur. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 8(1), 45-58. https://doi.org/10.26737/jpmi.v8i1.3421
Badan Pusat Statistik. (2023). Indeks Pembangunan Manusia 2023. BPS RI.
Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective teacher professional development. Learning Policy Institute.
Desimone, L. M., & Pak, K. (2017). Instructional coaching is high-quality professional development. Theory Into Practice, 56(1), 3-12. https://doi.org/10.1080/00405841.2016.1241947
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Hidayat, R., Wardhana, D. E. C., & Wulandari, D. (2022). Digital divide and mathematics learning quality in remote areas of Indonesia. International Journal of Instruction, 15(4), 725-742. https://doi.org/10.29333/iji.2022.15440a
Kemdikbud. (2021). Modul literasi numerasi di sekolah menengah pertama. Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan.
Nurjanah, S., & Marlina, R. (2023). Challenges of mathematics teachers in developing higher-order thinking skills questions in eastern Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 42(2), 385-398. https://doi.org/10.21831/cp.v42i2.54217
OECD. (2019). PISA 2018 assessment and analytical framework. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/b25efab8-en
Pusmendik. (2023). Laporan hasil Asesmen Nasional 2023. Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemdikbudristek.
Rahayu, P., & Fauzi, A. (2023). Teacher workload and professional development participation in Indonesian secondary schools. Cakrawala Pendidikan: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 42(1), 156-169. https://doi.org/10.21831/cp.v42i1.52134
Rahmawati, D., & Aryani, F. (2022). Implementasi asesmen nasional berbasis literasi dan numerasi. Indonesian Journal of Educational Assessment, 2(1), 1-14. https://doi.org/10.26499/ijea.v2i1.198
Sari, P. M., & Dahlan, J. A. (2023). Lesson study untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran matematika berorientasi HOTS. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 12(1), 127-138. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v12i1.1245
Suryadi, D., Turmudi, & Dahlan, J. A. (2022). Professional development of mathematics teachers in disadvantaged areas: Current challenges and future directions. Journal on Mathematics Education, 13(2), 287-304. https://doi.org/10.22342/jme.v13i2.pp287-304
Van den Heuvel-Panhuizen, M., & Drijvers, P. (2020). Realistic mathematics education. In S. Lerman (Ed.), Encyclopedia of mathematics education (pp. 713-717). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-15789-0_170
Wenger-Trayner, E., & Wenger-Trayner, B. (2020). Learning to make a difference: Value creation in social learning spaces. Cambridge University Press.
Widodo, A., Indraswati, D., & Royana, A. (2022). The effectiveness of the teacher professional development program through Lesson Study in Indonesia. International Journal of Evaluation and Research in Education, 11(3), 1356-1365. https://doi.org/10.11591/ijere.v11i3.22654
Wijaya, A., van den Heuvel-Panhuizen, M., & Doorman, M. (2022). Opportunity-to-learn context-based tasks and students' learning outcomes. Educational Studies in Mathematics, 109(1), 115-138. https://doi.org/10.1007/s10649-021-10075-6.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




