Dinamika Permukiman Kumuh di Kota Palembang dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi
DOI:
https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2739Keywords:
Kemiskinan perkotaan, Permukiman kumuh, Sosial ekonomi, UrbanisasiAbstract
Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan perkotaan yang masih banyak di temukan di berbagai kota besar Indonesia, termasuk Kota Palembang. Kondisi permukiman kumuh ini biasanya ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, kondisi lingkungan yang kurang layak, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas dasar seperti sanitasi dan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemukiman kumuh di kota palembang dadi perspektif sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan deskriptif analitik. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya permukiman kumuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pertumbuhan penduduk yang tinggi, urbanisasi, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta rendahnya tingkat pendapatan masyarakat. Selain itu, kondisi sosial masyarakat juga turut mempengaruhi terbentuknya kawasan permukiman kumuh. Oleh karena itu, penanganan permukiman kumuh memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat melalui kebijakan pembangunan perkotaan yang lebih merata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Downloads
References
Nuradinda, O. M., Zulkifli, H., & Mohadi, R. (2020). The role of housewives on sanitation management in slum area, Palembang. Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability.
Rahman, S., & Irwansyah. (2025). Mapping the location and infrastructure of slum settlement areas in Palembang City using mobile-based GIS. Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer MH. Thamrin, 11(1). https://doi.org/10.37012/jtik.v11i1.2521
Salim, A., Irriani, S. N., & Hapsari, Y. R. (2022). Implementasi pendekatan symbio-city pada pembangunan inklusif: Studi kasus slums upgrading di Kota Yogyakarta. Bappenas Working Papers, 5(2), 241–269.
Sari, D. N. (2020). Penerapan smart environment pada pemukiman kumuh di bantaran Kali Code Kota Yogyakarta. Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 13(1), 34–42. https://doi.org/10.31947/jgov.v13i1.8854
Sukmaniar, S., Listyaningsih, U., & Muhidin, S. (2026). Kernel density and spatial modeling of informal settlement concentration: Methodology and findings from Palembang, Indonesia. Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET), 8(1). https://doi.org/10.26877/asset.v8i1.2980
Taufik, M., Sukmaniar, S., Saputra, W., & Putri, M. K. (2019). Perubahan kondisi sosial budaya masyarakat permukiman kumuh akibat urbanisasi di Kota Palembang. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 7(2), 12–25. https://doi.org/10.31289/publika.v7i2.2969
Tjiptoherijanto, P. (1999). Urbanisasi dan pengembangan kota di Indonesia. Populasi, 10(2), 57–72.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




