Kajian Etnobotani Donax canniformis K. Schum. (Bamban) Di Suku Dayak Bakumpai Desa Bantuil Kabupaten Barito Kuala Berbentuk Buku Ilmiah Populer

Authors

  • Khoirus Esti Afifah Universitas Lambung Mangkurat
  • Mahrudin Mahrudin Universitas Lambung Mangkurat
  • Riya Irianti Universitas Lambung Mangkurat

Keywords:

Buku ilmiah populer, Bamban, Etnobotani, Kepraktisan isi, Validita

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji kajian etnobotani bamban pada Masyarakat suku Dayak Bakumpai di Desa Bantuil dan mengetahui validitas serta kepraktisan isi buku ilmiah populer yang dikembangkan tentang etnobotani bamban. Metode ini menggunakan dua jenis penelitian, yaitu penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan etnobotani bamban dan penelitian pengembangan untuk mengembangkan bahan ajar berbentuk buku ilmiah populer. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan enam kajian etnobotani bamban. Kajian botani bamban merupakan tumbuhan berhabitus herba, daun tunggal, bertipe buah sejati dengan bunga tergolong majemuk berbatas. Kajian etno-farmakologi bamban digunakan sebagai obat sakit mata, demam, sariawan, batuk dan bisul. Kajian etno-ekologi bamban digunakan sebagai tumbuhan penghijauan dan pembatas lahan persawahan dengan kerapatan sebesar 53,67 Ind/km2. Kajian etno-sosioantropologi bamban digunakan sebagai bahan untuk upacara adat mandi pengantin dan mandi tujuh bulanan serta pelancar melahirkan. Kajian etno-ekonomi bamban digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan berupa anyaman bakul, tikar, dan tali bahan pembuatan atap dari rumbia. Kajian etno-linguistik tumbuhan ini disebut bamban karena kata “bam” diambil dari kata bambu karena memiliki bentuk dan kulit batang yang menyerupai bambu dan kata “an” diambil dari kata anyaman karena sering dijadikan sebagai bahan anyaman. Buku ilmiah populer yang dikembangkan berdasarkan hasil uji validitas menunjukkan hasil sangat valid dan menunjukkan hasil sangat baik berdasarkan uji kepraktisan isi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andarias, S. H & Agus. (2018). Studi Etnobotani dan Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Masyarakat Sub Etnis Wolio Kota Baubau Sulawesi Tenggara. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning. Vol. 15, No. 1.

Ansyar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Referensi: Jakarta.

Daud, J. M., Hassan, H. H. M., Hashim, R., & Taher, M. (2011). Phytochemicals Screening and Antioxidant Activities of Malaysian Donax grandis Extracts. European Journal of Scientific Research, Vol 4, No. 2.

Dharmono. (2007). Kajian Etnobotani Tumbuhan Jalukap (Centella asiatica L.) Di Suku Dayak Bukit Desa Haratai 1 Loksado. Jurnal Bioscientiae. Vol. 4, No. 2.

Dharmono. (2018). Etnobotani. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

Dharmono. (2019). Bahan Ajar Etnobotani. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

Dodo., Saniyatun, M. S., & Yuzammi. (2016). Koleksi Kebun Raya Banua. Bogor: Lipi Press.

Fatriana. (2010). Produktivitas dan Rendaman Anyaman Purun Danau (Lepironia Mucronata Rich) di Desa Harusan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis. Vol. 11 (30): 56-64.

Hera, R. (2014). Pengembangan Handout Pembelajaran Embriologi Berbasis Kontekstual Pada Perkuliahan Perkembangan Hewan Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa Di Universitas Muhammadiyah Banda Aceh. Vol. 4 (1).

Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan.

Ismail, R., Abdullah, N., & Pratiwi, A. M. (2018). Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Pada Daun Bamban (Donax canniformis) Terhadap Mikroba Penyebab Sariawan (Stomatitis Aphtosa). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia. Vol. 4 (1): 39-52.

Mardapi, D. (2008) Teknik Penyusun Instrumen Tes dan Non Tes. Yogyakarta: Mitra Cendekia.

Mardiah S, Aminuddin P. P & Atiek W. (2018). “The Practicality and Effectiveness of Lesson Plan Set on the Topic of Digestive System in Training the Critical Thinking Skills of Junior High School Students”. (2018). European Journal of Education Studies. 2018; Vol. 4 (7): 21-32.

Martin, G. J. (1998). Etnobotani : Sebuah Manual Pemeliharaan Manusia dan Tumbuhan. Edisi Bahasa Melayu Terjemahan Maryati Mohamed, Natural History Publications (Borneo) Sdn. Bhd. Kinabalu. Sabah. Malaysia.

Mustaqim, W. A., Endang, C. P., & Marina, S. (2018). Tumbuhan Obat Sumatera Utara. Jakarta: UKI PRESS.

Prastowo, A. (2012). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: DIVA Press.

Pratiwi, D. (2015). Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Biologi Melalui Pembelajaran Kooperatif pada Mata Kuliah Desain Pembelajaran 2014/2015. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA. Vol. 6, No. 2.

Purwanto, Y. (2011). Knowledge of Local Plants Offers Numerous Benefits. Jakarta: The Jakarta Post.

Rizky, L. H. (2015). Karakteristik Pengrajin Anyaman Bemban pada KKP Sempurna di Dusun Sumber Jeding Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Skripsi. Jember: Universitas Jember.

Steenis, Van, C.G.G. J. (2002). FLORA (Untuk Sekolah di Indonesia). Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Suradji, S. (2017). Perbenihan Tanaman Hutan (Donax canniformis). Jurnal informasi singkat benih no.105. BPTH Sumatera.

Suryani, D., Nur, M., & Wasis, W. (2017). Pengembangan Prototipe Perangkat Pembelajaran Fisika SMK Model Inkuiri Terbimbing Materi Cermin untuk 74 Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis. JPPS: Jurnal Penelitian Pendidikan Sains, 6 (1), 1175-1183. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Taufik. (2008). Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Direktorat PSMP Kemdiknas.

Tjitrosoepomo, G. (1985). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wiana. (2011). Karya Tulis Ilmiah Populer. Diakses melalui http://file.upi.edu/ Direktori/FPTK/Jur_Pend._Kesejahteraan_Keluarga/197101101998022_Wiana/Karya_Tulis_Ilmiah_Populer_.pdf. Pada tanggal 13 Juli 2022.

Downloads

Published

2022-11-19