Analisis Kandungan Zat Besi Bubuk Daun Kelor (Moringa oleifera) Dengan Metode Pengeringan yang Berbeda

Authors

  • Tetih Yanuliah Universitas Halu Oleo
  • Lisnawaty Lisnawaty Universitas Halu Oleo
  • Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.57218/juster.v5i1.1932

Keywords:

Daun kelor, Metode pengeringan, Oven, Sinar matahari, Zat besi

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang kaya nutrisi, salah satu kandungan gizi dalam kelor yang paling dikenal adalah zat besi (Fe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan yang berbeda terhadap kandungan zat besi dalam bubuk daun kelor (Moringa oleifera). Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL/CRD Completely Randomized Design) dengan satu kelompok kontrol (K0) dan dua kelompok perlakuan utama (K1 dan K2), dengan 4 kali pengulangan. Sampel penelitian adalah daun kelor yang memiliki warna hijau tua (daun tua) yang dibagi kedalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol tanpa perlakuan (K0), serta kelompok perlakuan dengan metode pengeringan sinar matahari (K1), dan kelompok perlakuan dengan metode pengeringan oven suhu 45 °C (K2). Metode penelitian menggunakan true experiment, analisis kandungan zat besi dengan uji laboratorium menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil analisis zat besi menunjukkan rata-rata 11,18625 ppm (K0), 7,98075 ppm (K1) dan 5,63500 ppm (K2). Uji hipoteisis menggunakan one-way ANOVA untuk melihat perbedaan kandungan zat besi daun kelor menunjukan nilai signifikan sebesar p = 0,000. Adapun hasil uji Post-Hoc Games Howell pada semua perlakuan menunjukan nilai signifikan <0,05. 

References

Ahmed, S., & Langthasa, S. (2022). Pengaruh metode dehidrasi terhadap parameter mutu bubuk daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Jurnal Ilmu Hortikultura, 17(1), 137–146. https://doi.org/10.24154/jhs.v17i1.1292

Aurora, W. I. D. (2021). Efek pemberian zat besi tambahan pada anak. Jurnal Kedokteran Jambi: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 9(2), 199–203. https://doi.org/10.22437/jmj.v9i1.13122

Ayuningtyas, I. N., Tsani, A. F. A., Candra, A., & Dieny, F. F. (2022). Analisis asupan zat besi heme dan non-heme, vitamin B12 dan folat serta asupan enhancer dan inhibitor zat besi berdasarkan status anemia pada santriwati. Journal of Nutrition College, 11(2), 171–181.

Azis, A. (2015). Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap kadar protein dan mineral daun kelor (Moringa oleifera Lam.) [Skripsi, Universitas Halu Oleo].

Dhafir, F., & Laenggeng, H. (2020). Kandungan kalsium (Ca) dan zat besi (Fe) daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Kreatif Online, 8(1), 153–158.

Elvira, I., Baihaqi, B., Faradilla, R. F., Rejeki, S., & Suci, I. A. (2024). Pengaruh metode pengolahan terhadap kadar air, kadar abu, dan kandungan vitamin C daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Agrosains Universitas Panca Bhakti, 17(1), 9–14. https://doi.org/10.54035/agrosains.v17i1.446

Irwan, Z. (2020). Kandungan zat gizi daun kelor (Moringa oleifera) berdasarkan metode pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1), 69–77.

Purwanti, N. U., Yuliana, S., & Sari, N. (2018). Pengaruh cara pengeringan simplisia daun pandan (Pandanus amaryllifolius) terhadap aktivitas penangkal radikal bebas. Pharmacy Medical Journal (PMJ), 1(2).

Rachman, S. A., & Ansharullah, R. H. (2020). Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap kadar zat besi bayam hijau (Amaranthus spp.). Jurnal Sains dan Teknologi Pangan, 5(4), 3067–3078.

Risnawati, R., & Demmalewa, J. Q. (2022). Perbedaan efektivitas terapi rebusan daun kelor dan jus apel terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Jurnal Kesehatan Manarang, 8(1), 75–81. https://doi.org/10.33490/jkm.v8i1.514

Ruwiah, R., Suhadi, S., Zainuddin, A., Sety, L. O. M., Pratiwi, A. D., & Saptaputra, S. K. (2023). Pelatihan pembuatan martabak daun kelor pada masyarakat Desa Tapulaga Sulawesi Tenggara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS), 2(2), 54–61. https://doi.org/10.33772/japimas.v2i2.33

Sartika, W., & Anggreni, S. D. (2021). Asupan zat besi remaja putri. Penerbit Nem.

Taufan, A., Karim, M. A., Novrinaldi, S. A. P., Haryanto, A., Pramono, E. K., & Hanifah, U. (2020). Studi eksperimental dan model matematika pengeringan daun kelor (Moringa oleifera) dengan empat tipe pengeringan. Jurnal Riset Teknologi Industri, 14(2), 341–352.

Wayan Sudiarsa, I., Sugiartawan, P., Sudipa, I. G. I., Maharianingsih, N. M., & Putra, I. K. A. (2023). Sistem pengering daun kelor berbasis internet of things dan artificial intelligence. Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems (IJEIS), 13(2), 183–194.

Zainuddin, N. M., & Hajriani, S. (2021). Proses pembuatan bubuk daun kelor (Moringa oleifera) sebagai tambahan makanan fungsional berdasarkan suhu dan lama pengeringan yang berbeda. Jurnal Agritechno, 116–121

Downloads

Published

2026-01-18