Pengaruh Suhu Air Panas Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah Pascapanen Pada Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.)

Authors

  • Sriwinaty Harahap Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
  • Meiliana Friska Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
  • Ryanov Louis Fernando Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
  • Siti Hardianti Wahyuni Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
  • Surya Handayani Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
  • Jumaria Nasution Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.57218/juster.v4i3.2185

Keywords:

Lama simpan, Penyakit busuk buah, Salak sidimpuan, Suhu

Abstract

Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) merupakan salah satu komoditi unggul di Kabupaten Tapanuli Selatan.Umumnya buah salak hanya dapat bertahan disimpan selama kurang lebih 7 hari pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada suhu berapa yang efektif untuk pengendalian busuk buah Salak Sidimpuan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Kampus I Tor Simarsayang Universitas Graha Nusantara. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu suhu air panas yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: S0 (Tanpa Perendaman),S1 (Perendaman suhu 40°C),S2 (Perendaman Suhu 45°C),S3 (Perendaman Suhu 50°C)Diulang sebanyak 6 kali dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan menggunakan 3 buah salak sehingga total buah salak 72 buah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa hasil terbaik terdapat pada perlakuan S3 yaitu dengan perendaman dengan suhu 50℃ selama 5 menit untuk mempertahankan kadar air salak Sidimpuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa disarankan perlakuan perendaman suhu air panas yang efektif dan lama penyimpanan setelah pasca panen untuk salak sidimpuan pada perlakuan S1 dengan suhu air panas 400C dengan lama perendaman 5 menit. Untuk lama penyimpanan yang efektif pada 8 HSS.

References

Aralas, S., Mohamed, M., & Baar, M. F. A. (2009). Antioxidant properties of selected salak (Salacca zalacca) varieties in Sabah, Malaysia. Nutrition & Food Science, 39(3), 243-250.

Friska, M. (2019). Identifikasi kromosom hasil cangkok anakan salak Sidempuan (Salacca sumatrana Becc.) di Kecamatan Angkola Barat. Jurnal Online Pertanian Tropik, 6(3), 466- 471.

Hernandez –Munoz, P., Almenar, E., Del Valle, V., Velez, D., & Gavara, R. (2008). Effect of chitosan coating combined with postharvest calcium treatment on strawberry (Fragaria c ananassa) quality during refrigated storage. Food Chemistry, 110(2), 428-345

Hidayati, B.A. (2012). Kajian kombinasi hot water treatment (HWT) dan CaCl2 terhadap mutu dan umur simpan mangga varietas gedong gincu (Mangifera indica, L.). [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Jacobi, F. (2001). Missefolgsforschung in der Verhalentenstherapie. Fortschritte der Klinischen Psychologie and Verhaltensmedizin, 323-346

Jamaludin, Nugroho, L.P.E., Darmawati, E. (2018). Investigasi penyakit busuk ujung lancip buah salak pada rantai pasok. Jurnal Keteknikan Pertanian. 6(2):303-310. https://doi.org/10.19028/jtep.06.3.303-310.

Nasution, Y. (2021, June). Soil and Plant Nutrients Status of Salak Sidimpuan in South Tapanuli, North Sumatra Indonesia. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 1156, No. 1, p. 012007) IOP Publishing

Pratomo, A., Sumardiyono, C., Maryudani, Y.M.S. (2009). Identifikasi dan pengendalian jamur busuk putih buah salak dengan ekstrak bunga kecombrang (Niolaia Speciosa). Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 5(2):65-70.

Sudarmadji, S., B. Haryono, dan suhardi. 2010. Analisa bahan makanan dan pertanian. 2010. Liberty yogyakarta, Yogyakarta.

Winarno. 2004. Kimia pangan dan gizi. Jakarta. Gramedia pustaka utama.131-150 hal.

Downloads

Published

2025-12-09