Analisis Kandungan Unsur Hara Mikro Pada Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Kimia Buah Salak (Salacca sumatrana Becc.)

Authors

  • Surya Handayani Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
  • Jumaria Nasution Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
  • Meiliana Friska Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
  • Siti Hardianti Wahyuni Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.57218/juster.v4i3.2198

Keywords:

Kualitas buah, Salak Sidimpuan, Unsur hara mikro

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara kandungan unsur hara mikro tanah, khususnya seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B), dengan parameter kualitas kimia buah salak (Salacca Sumatrana Becc.) yang meliputi total padatan terlarut (TPT), kadar gula reduksi, dan kandungan vitamin C. Penelitian dilaksanakan pada tiga ketinggian agroekosistem yang berbeda untuk mengidentifikasi variasi spasial kandungan unsur mikro dan pengaruhnya terhadap kualitas buah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengambilan sampel tanah dan buah secara komposit pada setiap lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara kandungan unsur hara mikro tanah, khususnya seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B), dengan parameter kualitas kimia buah salak (Salacca Sumatrana Becc.) yang meliputi total padatan terlarut (TPT), kadar gula reduksi, dan kandungan vitamin C. Penelitian dilaksanakan pada tiga ketinggian berbeda untuk mengidentifikasi kandungan unsur mikro dan pengaruhnya terhadap kualitas buah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengambilan sampel tanah dan buah secara komposit pada setiap lokasi. Temuan ini menegaskan bahwa ketersediaan unsur hara mikro merupakan faktor penentu dalam pembentukan metabolit primer dan sekunder pada buah salak. Selain itu, kondisi agroekologi ketinggian turut memodulasi interaksi tanah–tanaman melalui perubahan pH, suhu, serta dinamika mineral.

References

Alloway, B. J. (2008). Micronutrients in Agriculture. CRC Press.

Clancey, W.J. (1979). Transfer of Rule-Based Expertise through a Tutorial Dialogue. PhD Dissertation, Department of Compute Alloway, B. J. (2008). Micronutrients in Agriculture (2nd ed.). CRC Press.

Fageria, N. K., Baligar, V. C., & Li, Y. C. (2011). The Role of Nutrient Efficient Plants in Improving Crop Yields. Academic Press.

Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2014). Soil Fertility and Fertilizers (8th ed.). Pearson.

Manurung, S. (2019). Studi Kualitas Buah Salak Sidimpuan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Hortikultura Tropika, 5(2), 45–52.

Marschner, H. (2012). Mineral Nutrition of Higher Plants (3rd ed.). Academic Press.

Nuswantoro, S., Lestari, R., & Mulyani, S. (2020). Pengaruh Unsur Hara Mikro terhadap Kualitas Buah Tropis. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 22(1), 12–22.

Rengel, Z. (2015). Iron and Manganese in Plant Physiology. In Plant Mineral Nutrients (pp. 321–347). Springer.

Sari, D. M., & Hidayat, T. (2022). Faktor lingkungan dan hubungannya dengan kualitas buah tanaman tropis. Jurnal Agroteknologi Indonesia, 7(1), 12–21.

Schroeder, S., & Nagy, R. (2011). Agriculture in the High Altitudes: Managing Soil Health for Sustainable Yield. Springer.

Schulling, DI and JP Mogea, (1992). Salacca zalacca (Gaerner) Voss. Plants Resources of south east Asia Edible Fruit and Nuts. PROSEA Bogor Indonesia Vol 2:283-293 Suryawan, I.M.A. (2016). Identifikasi dan Karakterisasi Buah-buahan di Kabupaten Karangase

Shorrocks, V. M. (1997). The Occurrence and Correction of Boron Deficiency. Plant and Soil, 193, 121–148.

Simbolon, P., Hutapea, R., & Siregar, M. (2018). Pengelolaan lahan dan dampaknya terhadap produktivitas salak di Sidimpuan. Agrikultura, 17(1), 10-20.

Singer, M. J., & Munns, D. N. (2006). Soil and Water Conservation for Productivity and Environmental Protection. 2nd Edition. Prentice Hall.

Taiz, L., & Zeiger, E. (2015). Plant Physiology and Development (6th ed.). Sinauer Associates. Rubiyo, B. Sunarso. (2005). Tingkat Produktivitas Salak (Salacca edulis L) dan Status Hara Tanah Menurut Ketinggian Tempat di Bali. Tersedia pada ntb.litbang.deptan.go.id (diakses tanggal 29 Oktober 2024).

Utomo, B. 2006. Hutan Sebagai Masyarakat Tumbuhan Hubungannya dengan Lingkungan. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Wijaya, H., & Purba, E. (2021). Pengaruh perbedaan ketinggian terhadap akumulasi gula pada buah tropis. Journal of Tropical Crop Science, 8(3), 134–142.

Wijaya, H., & Purba, E. (2021). Pengaruh perbedaan ketinggian terhadap akumulasi gula pada buah tropis. Journal of Tropical Crop Science, 8(3), 134–142. Saragih, B., Nasution, F., & Tarigan, S. (2021). Analisis kualitas tanah di ketinggian yang berbeda pada kebun salak Sidimpuan. Agrivita Journal, 23(1), 45-52.

Downloads

Published

2025-12-09