Pengaruh Teknik dan Frekuensi Irigasi terhadap Water Footprint, Pertumbuhan, dan Hasil Tumpangsari Jagung dengan Kacang Tanah di Lahan Kering

Authors

  • I Ketut Ngawit Universitas Mataram
  • Anjar Pranggawan Azhari Universitas Mataram
  • Amrul Jihadi Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.57218/juster.v5i2.2928

Keywords:

efisiensi penggunaan air, evapotranspirasi aktual, irigasi bawah permukaan, irigasi evapotranspirasi

Abstract

Masalah yang sering dijumpai pada pengelolaan lahan kering adalah keterbatasan air irigasi. Meskipun tersedia sistem irigasi air tanah, tetapi teknologi ini masih membutuhkan energi listrik atau kurang ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis water footprint pada budidaya tumpangsari jagung dengan kacang tanah dengan menerapkan teknik irigasi konvensional, sprinkler dan bawah permukaan dengan prinsip irigasi evapotranspiratif menggunakan berbagai skenario tingkat frekuensi irigasi sehingga diperoleh  teknik irigasi terunggul dengan pemberia volume air yang optimal. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor perlakuan yaitu teknik irigasi yang terdiri atas 3 taraf, yaitu irigasi permukaan, overhead sprinkler dan bawah permukaan. Sedangkan faktor yang kedua tingkat frekuensi irigasi yang terdiri atas 5 taraf frekuensi penyiraman, yaitu: setiap 5, 10, 15, 20 dan 25 hari sekali. Irigasi bawah permukaan dengan frekuensi 10 hari menghasilkan kebutuhan air tertinggi (180,36 l m⁻²), hasil setara gabah tertinggi (2,98 kg m⁻²), dan water footprint 0,65 m³ kg⁻¹. Dibanding irigasi manual frekuensi 25 hari (hasil terendah 1,06 kg m⁻²), terjadi peningkatan hasil 182% (BNJ 0,05 = 0,1162). Irigasi sprinkler 10 hari memberikan hasil 2,91 kg m⁻² dengan water footprint 0,61 m³ kg⁻¹. Nilai water footprint antar perlakuan berbeda signifikan (BNJ 0,05 = 0,0323). Irigasi bawah permukaan dan sprinkler dengan frekuensi 5–10 hari (irigasi evapotranspiratif) secara signifikan meningkatkan evapotranspirasi aktual, efisiensi air, serta pertumbuhan dan hasil tanaman. Teknik irigasi  sprinkler dan bawah permukaan dengan volume frekuensi penyiraman setiap 10 hari sekali direkomendasikan untuk tumpangsari jagung-kacang tanah di lahan kering karena memberikan produktivitas tertinggi, meskipun water footprint cenderung lebih tinggi.

References

Agustina, H., Setiawan, B. I., Sugiyanta, Solahudin, M., & Dewi, V. A. K. (2022). Subsurface evapotranspiration irrigation system design in System of Rice Intensification (SRI)Salibu paddy cultivation. Asian Journal of Applied Sciences, 10(1), 2468–2491.

Ardiansyah, Setiawan, B. I., Arif, C., & Saptomo, S. K. (2019). Peningkatan efisiensi aplikasi air pada petakan sawah dengan penerapan irigasi evaporatif (kajian teoritis). Jurnal Irigasi, 14(1), 47–54.

Arif, C., Setiawan, B., & Sofiyuddin, H. (2020). Analisis evapotranspirasi potensial pada berbagai model empiris dan jaringan syaraf tiruan dengan data cuaca terbatas. Jurnal Irigasi, 15(2), 71–84.

Arif, C., Wibisono, Y., Nugroho, B. D. A., Saputra, S. F. D., Malik, A., Setiawan, B. I., Mizoguchi, M., & Ardiansyah, A. (2022). Functional design of pocket fertigation under specific microclimate and irrigation rates: A preliminary study. Agronomy Journal, 12(6), Article 6.

Assyifa, N. K., & Arif, C. (2023). Analisis water footprint pada sistem irigasi bawah permukaan dengan teknologi irigasi evapotranspiratif untuk budidaya pakcoy (Brassica rapa L.). Jurnal Irigasi, 17(2), 45–55.

Budiman, M. E. S. (2017). Water footprint produksi gula tebu. Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains, 1(2), 120–131.

Caterina, C., Carmelo, M., Berruti, A., Borin, M., & Antonio, C. B. (2018). Responses of different Panicum miliaceum L. genotypes to saline and water stress in a marginal Mediterranean environment. Agronomy Journal, 8(1), 801–808.

Ekaputra, E. G., Yanti, D., Saputra, D., & Irsyad, F. (2016). Rancang bangun sistem irigasi tetes untuk budidaya cabai (Capsicum annum L.) dalam green house di Nagaro Biaro, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jurnal Irigasi, 11(2), 103–112.

Elmetwalli, A. H., & Elnemr, M. K. (2020). Influence of deficit irrigation and nitrogen fertilization on potato yield, water productivity and net profit. Agricultural Engineering International: CIGR Journal, 22(3), 61–68.

Emmanuel, O. O., Kow, T. I., & Labode, P. (2016). Differential impacts of rainfall and irrigation on agricultural production in Nigeria: Any lessons for climate-smart agriculture? Journal of Agricultural Water Management, 178, 30–36.

Fausan, A., Setiawan, B. I., Arif, C., & Saptomo, S. K. (2020). Analisa model evaporasi dan evapotranspirasi menggunakan pemodelan matematika pada visual basic di Kabupaten Maros. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 5(3), 179–196.

Hoekstra, A. Y. (2017). Water footprint assessment: Evolvement of a new research field. Water Resources Management, 31(10), 3061–3081.

Muharomah, R., Setiawan, B. I., & Watanabe, T. (2023). A model and its performance of evapotranspirative irrigation tested to grow water lettuces. Journal of Appropriate Technology, 9(1), 1–8.

Pande, I. G. P. M., & Arif, C. (2023). Water footprint analysis of paddy cultivation by subsurface irrigation in a greenhouse. Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering, 14(1), 1–12.

Putra, A. G., & Saptomo, S. K. (2022). Water dan carbon footprint pada budidaya tanaman padi dengan sistem otomatisasi model irigasi bawah permukaan. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 7(1), 33–48.

Sulistiyono, E., & Juliana, A. E. (2014). Irrigation volume based on pan evaporation and their effects on water use efficiency and yield of hydroponically grown chilli. Journal of Tropical Crop Science, 1(1), 9–12.

Supriadi, D., Susila, A., & Sulistyono, E. (2018). Penetapan kebutuhan air tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) dan cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Hortikultura Indonesia, 9(1), 38–46.

Triana, A. N., Purnomo, R. H., Panggabean, T., & Juwita, R. (2018). Aplikasi irigasi tetes (drip irrigation) dengan berbagai media tanam pada tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Jurnal Keteknikan Pertanian, 6(1), 93–100.

Ulhaq, Y. D., Arif, C., & Suharnoto, Y. (2022). Analisis tampak air pada sistem irigasi bawah permukaan dengan pocket fertigation untuk tanaman melon dalam greenhouse. Jurnal Irigasi, 16(2), 33–45.

Valentín, F., Nortes, P. A., Domínguez, A., Sánchez, J. M., Intrigliolo, D. S., Alarcón, J. J., & López-Urrea, R. (2020). Comparing evapotranspiration and yield performance of maize under sprinkler, superficial and subsurface drip irrigation in a semi-arid environment. Irrigation Science, 38 (1), 105–115.

Witman, S. (2021). Penerapan metode irigasi tetes guna mendukung efisiensi penggunaan air di lahan kering. Jurnal Triton, 12(1), 20–28.

Downloads

Published

2026-06-05