Rancang Bangun Alat Deteksi Dan Pengukur Gas Emisi Karbondioksida (CO2) Dan Gas Emisi Metana (CH4) Berbasis Mikrokontoler

Authors

  • Adi Sucipto Politeknik Negeri Jember
  • Aulia Brilliantina Politeknik Negeri Jember
  • Elok Kurnia Novita Sari Politeknik Negeri Jember
  • Rizza Wijaya Politeknik Negeri Jember
  • Dimas Triardianto Politeknik Negeri Jember
  • Adhima Adhamatika Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.57218/juster.v2i1.541

Keywords:

Mikrokontroler, Karbon Dioksioda, Metana, Gas Emisi

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi di bumi saat ini sangat dipengaruhi oleh gas emisi rumah kaca yang dihasilkan dari berbagai sektor. gas yang digolongkan sebagai gas emisi rumah kaca yaitu karbondioksida (CO2), gas metan (CH4), dinitrogen klorofluorokarbon (CFC), dan gas-gas organik non metal volatile. Gas-gas rumah kaca yang dinyatakan paling berkontribusi terhadap gejala pemanasan global adalah CO2 dan CH4. Gas karbon dioksida (CO2) memberikan kontribusi terbesar terhadap pemanasan global diikuti oleh gas methan (CH4). Lebih dari 75 % komposisi gas emisi rumah kaca di atmosfir adalah CO2 sehingga apabila kontribusi CO2 dari berbagai kegiatan dapat dikurangi secara signifikan maka ada peluang bahwa dampak pemanasan global terhadap perubahan iklim akan berkurang. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat yang dapat menghitung gas emisi rumah kaca sebagai alat ukur untuk menghitung gas emisi rumah kaca yang dihasilkan pada sebuah industri. Sehingga dari hasil pengukuran tersebut dapat diambil tindakan evaluasi agar gas emisi yang dihasilkan tidak melebihi ambang batas. Alat pengukuran gas emisi karbondioksida dan gas metana dirancang dengan menggunakan sensor MQ-4 dan MQ-135 dengan mikrokontroller Arduino. Hasil pengukuran gas dapat terlihat di layar laptop. Pengujian sistem perancangan alat deteksi gas emisi karbondioksida dan gas metana secara menunjukan dapat berjalan dengan baik. Hal ini ditujukan saat alat tersebut dikenakan oleh gas karbondioksida dan gas metana mengakibatkan lampu menyala. Sementara, ketika tidak dikenai gas emisi karbondioksida dan gas metana, lampu indikator tidak menyala.

References

Hasanah, L., Frasetya, F., & Aminudin, A. (2019). Rancang bangun alat uji karakterisasi sensor gas CO2 berbasis mikrokontroler Atmega328. In Seminar Nasional Fisika (Vol. 1, No. 1, pp. 455-457).

Joni, A. B., Widodo, S., Amin, J. M., & Anisa, O. (2019). Rancang Bangun Alat Pengukur Kadar Gas Metana (Ch4) Pada Lahan Gambut Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Iot”. Informanika, 5(2).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2021. Inventarisi Emisi GRK Bidang Energi. Pusat Data dan Teknologi Informasi Sumber Daya Mineral: Jakarta.

Kasenda, D. I., Suoth, V. A., & Mosey, H. I. (2019). Rancang Bangun Alat Ukur Konsentrasi Gas Sulfur Dioksida (SO2) Berbasis Mikrokontroller Dan Sensor MQ136. Jurnal MIPA, 8(1), 28-32.

United Nations. 2006. Framework Convention on Climate Change.

BMKG. 2022. Buletin Gas Rumah Kaca. Jakarta: BMKG

Kementrian Lingkungan Hidup. 2020. Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup

Rosa, A. A. Simon, B. A. & Lieanto, K.S. 2020. Sistem Pendekteksi Pencemaran Udara Portabel Menggunakan Sensor MQ-7 dan MQ-135. Ultima Computing: Junral Sistem Komputer 12(1),23-28

Zikri, M. & Khair, R. 2018. Rancang Bangun Monitoring Polusi Udara Berbasis Arduino. Jurnal Teknovasi, 05(01), 27-38.

Downloads

Published

2023-01-23