https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jupenji/issue/feedJUPENJI : Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia2026-05-29T00:00:00+07:00Muh. Nasirperahubima@gmail.comOpen Journal Systems<p>JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia, memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220525591108933" target="_blank" rel="noopener">2830-1080</a> dan p-ISSN:<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220525511112430" target="_blank" rel="noopener"> 2830-1072</a>, merupakan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran dengan Fokus dan scope hasil penelitian, tinjauan teoritis dan konseptual dalam bidang pendidikan dan pembelajaran pada semua tingkat pendidikan. Pendidikan dasar, Pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. <strong>JUPENJI </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1GMFZBIUQgopF7zAGsAQaX6rrMhky-4eS/edit#heading=h.gjdgxs" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUPENJI</strong> adalah jurnal <em>open access </em>dibawah naungan Yayasan J<em>ompa Research and Development. </em>Terbit empat kali dalam setahun pada bulan Pebruari, Mei, Agustus dan November.</p>https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jupenji/article/view/2851Validasi Buku Ensiklopedia Genus Coelogyne di Tahura Sultan Adam dalam Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa2026-05-18T05:37:45+07:00zahra anindya putri slametzahraanindya000@gmail.comMuhammad Zainimuhammadzaini@gmail.com<p><em>Pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan keterampilan 4C (creativity, critical thinking, collaboration, communication) melalui penggunaan bahan ajar yang mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini mengembangkan buku ensiklopedia genus Coelogyne di Tahura Sultan Adam sebagai sumber belajar dengan tujuan mendeskripsikan validitas isi, kepraktisan, dan keefektifan bahan ajar. Metode yang digunakan meliputi eksplorasi untuk inventarisasi spesies serta Educational Design Research </em>(EDR)<em> model formatif Tessmer, dengan penekanan pada tahap expert review sebagai proses validasi isi yang dilakukan oleh tiga dosen Pendidikan Biologi untuk menilai kesesuaian materi dan struktur ensiklopedia. Hasil eksplorasi menemukan sepuluh spesies Coelogyne. Validasi isi memperoleh skor 3,50 dengan kategori valid, menunjukkan bahwa buku ensiklopedia yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa</em><em>.</em></p>2026-05-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPENJI : Jurnal Pendidikan Jompa Indonesiahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jupenji/article/view/2844Dinamika Tradisi Lisan Patu Donggo: Analisis Struktur, Fungsi Komunikatif, dan Nilai Pendidikan dalam Perspektif Pembelajaran Sastra Lisan2026-05-18T05:19:13+07:00Syukurman Syukurmansyukurmanstkip@gmail.comInra Dely Fadlyahinradelyfadlyah@gmail.comMuslimin Musliminmuslimin@gmail.comMega Mustikasarimegamustikasari@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika tradisi lisan Patu Donggo ditinjau dari aspek struktur, fungsi komunikatif, dan nilai pendidikan, serta mengkaji implikasinya dalam pembelajaran sastra lisan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-interpretatif, yang memungkinkan peneliti memahami makna yang terkandung dalam praktik budaya secara mendalam dan kontekstual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku tradisi, tokoh adat, masyarakat, serta pendidik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Patu Donggo memiliki pola kebahasaan yang khas, meliputi rima, diksi, metafora, dan pola larik yang mencerminkan pola pikir simbolik, halus, dan kontekstual masyarakat Donggo. Dari segi fungsi komunikatif, Patu Donggo berperan sebagai media komunikasi sosial yang efektif dalam menyampaikan nasihat, kritik sosial, ekspresi perasaan, serta menjaga keharmonisan hubungan sosial melalui cara penyampaian yang tidak langsung dan beretika. Sementara itu, nilai pendidikan yang terkandung dalam Patu Donggo meliputi kesopanan, penghormatan, solidaritas, dan kebijaksanaan lokal yang terinternalisasi sebagai habitus budaya dan diwariskan secara turun-temurun melalui praktik sosial. Dalam konteks pendidikan formal, Patu Donggo memiliki relevansi yang kuat untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sastra lisan sebagai sumber belajar yang kontekstual, inovatif, dan berbasis kearifan lokal. Namun demikian, implementasinya memerlukan strategi adaptasi yang mempertimbangkan karakteristik kurikulum, kompetensi guru, serta kebutuhan peserta didik agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan secara optimal dan bermakna.</em></p>2026-05-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPENJI : Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia