Analisis Spasial Keluarga Risiko Stunting Berdasarkan Jamban Tidak Layak dan PUS 4T di Dinas PPKB Kota Binjai Tahun 2024

Penulis

  • Rani Suraya Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Assyifa Azzahra Salsabila Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Dinda Natasya Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Khoirunnisa Khoirunnisa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Rumaisha Assyifa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Siska Rahmadani Rambe Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2149

Kata Kunci:

Analisis spasial, Jamban, Keluarga risiko stunting, PUS 4T, Stunting

Abstrak

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Kota Binjai masih menghadapi tantangan keluarga risiko stunting meskipun berbagai program telah dijalankan oleh Dinas PPKB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial distribusi keluarga berisiko stunting di Kota Binjai serta hubungannya dengan faktor lingkungan dan kesehatan reproduksi. Penelitian menggunakan desain cross sectional berbasis pendekatan ekologi dengan data sekunder tahun 2024 yang diperoleh dari Dinas PPKB Kota Binjai. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Metode Moran’s Index dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan uji statistik pada program GeoDa. Hasil menunjukkan bahwa risiko stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Binjai Utara dan Binjai Selatan, sedangkan Binjai Kota memiliki risiko terendah. Nilai Global Moran’s I untuk seluruh variabel bernilai negatif dengan p-value > 0,05, menandakan tidak adanya autokorelasi spasial yang signifikan dan pola penyebaran yang cenderung acak. Kesimpulannya, distribusi keluarga berisiko stunting di Kota Binjai bersifat heterogen tanpa pola pengelompokan yang signifikan. Diharapkan kepada  pengambil kebijakan untuk mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki kualitas  kesehatan dan lingkungan berdasarkan pola persebaran kasus keluarga risiko stunting di Kota Binjai.

Referensi

Angraini, W., Febriawati, H., & Amin, M. (2022). Akses Jamban Sehat pada Balita Stunting. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(1), 117–123. https://doi.org/10.31539/jks.v6i1.4069

Bappenas. (2020). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2020–2024. Kementerian PPN/Bappenas.

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451

Hidayanti, A. N., & Abbas, N. (2025). Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten Bogor. The Shine Cahaya Dunia Kebidanan, 10(01), 6. https://doi.org/10.35720/tscbid.v10i01.689

Husnul Hotimah, Haeruddin, & Ikhram Hardi S. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita di Desa Bonto Langkasa Selatan Kabupaten Gowa. Window of Public Health Journal, 2(5), 915–925. https://doi.org/10.33096/woph.v2i5.295

Jayanti, R., & Ernawati, R. (2021). Faktor Jarak Kehamilan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang. Borneo Student Research, 2(3), 1705–1710.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2022. Kemenkes RI.

Kuewa, Y., Herawati, Sattu, M., Otoluwa, A. S., Lalusu, E. Y., & Dwicahya, B. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Desa Jayabakti Tahun 2021. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 12(2), 112–118. https://doi.org/10.51888/phj.v12i2.73

Muhawarman, A. (2025, May 26). SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pratama, R., Prasetyo, E. W., & Pramesona, B. A. (2024). Kepemilikan Jamban Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Penelitian Perawat Profesional , 6(2), 853–860.

Rahardyan, A. (2025, September 17). Prevalensi Stunting Sumut Tinggi, Strategi Kolaborasi Percepat Pengentasan. Bisnis.Com.

Rahmadani, P., & Nasriyah, S. F. (2022). Analisis Autokorelasi Spasial Global dan Lokal Kasus Penumonia di Kota Depok Tahun 2020. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(12), 1590–1598. https://doi.org/10.56338/mppki.v5i12.2789

Rahman, M. S., Howlader, T., Masud, M. S., & Rahman, M. L. (2019). Association of low birth weight with malnutrition in children under five years. PLoS ONE, 14(6), e0217385

Shahid, M., Ahmed, F., Ameer, W., Guo, J., Raza, S., Fatima, S., & Qureshi, M. G. (2022). Prevalence of child malnutrition and household socioeconomic deprivation: A case study of marginalized district in Punjab, Pakistan. PLOS ONE, 17(3). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0263470

Simanihuruk, H. L., Ludang, Y., Arifin, S., Firlianty, F., Nawan, N., & Amelia, V. (2023). Hubungan Penggunaan Air Bersih dan Kepemilikan Jamban dengan Kejadian Stunting di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(6), 2759–2772. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i6.5129

Trisyani, K., Fara, Y. D., Mayasari, A. T., & Abdullah. (2020). Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting. Jurnal Maternitas Aisyah, 1(3), 189–197.

UNICEF. (2021). The state of the world’s children 2021. UNICEF.

Victora, C. G., Adair, L., Fall, C., Hallal, P. C., Martorell, R., Richter, L., & Sachdev, H. S. (2008). Maternal and child undernutrition: consequences for adult health and human capital. The Lancet, 371(9609), 340–357

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-23