Pelatihan Media Edukatif Wayang Beber Cerita Fabel Sebagai Penguatan Visual-Spatial Intelligence Siswa di SD Negeri Beji Banjarnegara
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v5i1.2147Keywords:
Cerita fabel, Media edukatif, Sekolah dasar, Visual-spatial intelligence, Wayang beberAbstract
Visual-spatial intelligence merupakan kemampuan siswa untuk berpikir dalam bentuk gambar dan memahami hubungan antar ruang dan bentuk, yang sangat krusial dalam mendukung kemampuan kreativitas dan problem solving dalam bidang seni. Visual-spasial intelligence merupakan salah satu aspek penting dalam media edukatif di sekolah dasar. Wayang beber memiliki unsur yang berkaitan erat dalam meningkatkan Visual-spatial intelligence. Terkait media edukasi, wayang beber memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk cerita fabel. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan Visual-spatial intelligence yang berbasis pada pengenalan warisan budaya yaitu wayang beber cerita fabel.Adapun Program pengabdian ini dirancang untuk memberikan pelatihan kepada guru di SD Negeri Beji Banjarnegara dalam membuat media edukatif berbasis warisan budaya. Pelatihan ini mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2024 berkaitan dengan analisis preferensi gaya belajar Visual. Tahapan dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) Tahapan Persiapan (Pra-Kegiatan) terdiri dari koordinasi awal, penyusunan modul pelatihan, dan pembuatan media contoh. (2) Tahapan Pelatihan Media Edukatif (Kegiatan) terdiri dari sesi 1 pemberian materi, sesi 2 studi kasus, dan sesi 3 praktik. (3) Tahapan Evaluasi dan Pelaporan (Pasca-Kegiatan) meliputi formatif dan sumatif. Secara umum tujuan program pengabdian yaitu meningkatnya kompetensi guru dalam merancang media edukatif wayang beber cerita fabel sebagai penguatan visual-spatial intelligence siswa. Target luaran berupa modul pelatihan, karya wayang beber cerita fabel; publikasi jurnal; dan publikasi di media masa online.
References
Bornstein, M. H., & Gardner, H. (1986). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Journal of Aesthetic Education, 20(2).
Daryanto. (2019). Menyusun modul. Gava Media.
Margana. (2014). Wayang beber sebagai materi pelajaran seni budaya. Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(2).
Niswati, S. (2020). Pendidikan dasar. Profesi Pendidikan Dasar, 7(1).
Pa’indu, S., Sinaga, R., & Keriapy, F. (2021). Studi kecerdasan visual-spasial pada anak usia 5–6 tahun melalui sentra balok. SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 1(1).
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey-Bass.
Wijayanto, B., Sutriani, W., & Luthfi, F. (2020). Kemampuan berpikir spasial dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Samudra Geografi, 3(2).









