Transformasi Digital Komunikasi di Yayasan Pesantren Terpadu Darul Ihsan Melalui Email dan WhatsApp Blast
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2173Keywords:
Blast, Email, Transformasi digital, WhatsAppAbstract
Yayasan Pesantren Terpadu Darul Ihsan di Wajak, Malang menghadapi tantangan dalam komunikasi, karena metode konvensional seperti pengumuman lisan dan surat sering tidak efektif menjangkau seluruh santri dan wali santri. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mentransformasi komunikasi yayasan secara digital melalui penerapan Email dan WhatsApp Blast, guna meningkatkan efektivitas penyampaian informasi serta keterlibatan orang tua dalam pendidikan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan literasi digital bagi tenaga pendidik, pembuatan panduan operasional, implementasi sistem komunikasi terintegrasi, serta evaluasi partisipatif melalui kuisioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan digital staf dan efektivitas komunikasi yayasan. Para guru kini mampu menggunakan email dan WhatsApp Blast untuk menyebarkan informasi dengan cepat dan luas. Informasi penting dapat tersampaikan tepat waktu kepada lebih dari 90% wali santri, dibandingkan sebelumnya yang kurang dari 60%. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah meningkat, ditunjukkan dengan lebih aktifnya mereka merespon informasi dan hadir dalam pertemuan daring. Kesimpulannya, transformasi digital komunikasi ini berhasil meningkatkan kualitas layanan pendidikan di yayasan dan mempererat hubungan antara sekolah, santri, dan orang tua. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga pendidikan Islam lain dalam beradaptasi dengan era digital.
References
Adiyono. (2024). Islamic Character Education in the Era of Industry 5.0: Navigating Challenges and Embracing Opportunities. Al-Hayat Journal of Islamic Education. https://doi.org/10.35723/ajie.v8i1.493
Huda, M., & Jasmi, K. (2020). Technological Integration in Islamic Education: Opportunities and Challenges. Al-Hikmah: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 8(1), 33–47.
Kharismatunisa. (2023). Innovation and Creativity of Islamic Religious Education Teachers in Utilizing Digital-Based Learning Media. Scaffolding Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v5i3.3700
Lundeto, A., Talibo, I., & Nento, S. (2021). Challenges and Learning Strategies of Islamic Education in Islamic Boarding Schools in the Industrial Revolution Era 4.0. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 13(3), 2231–2240.
Mansir. (2022). Problems of Islamic Religious Education in the Digital Era. At Ta Dib. https://doi.org/10.21111/at-tadib.v17i2.8405
Nasution, M. K., & Harahap, A. (2022). Digital Literacy in Islamic Education During the Covid-19 Pandemic. Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 45–58.
Rahmawati, S., & Prasetyo, D. (2021). WhatsApp as a Communication Tool in Islamic Boarding Schools. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 9(2), 112–123.
Solichah. (2023). The Existence of Islamic Institutions Through the Transformation of Education Digitalization at MTs Almaarif 01 Singosari. Edumaspul - Jurnal Pendidikan. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v7i2.5909
Yahya, M. S. (2023). Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital: Implementasi Literasi Digital dalam Pembelajaran di Wilayah Banyumas. Edukasia. https://doi.org/10.62775/edukasia.v4i1.317.









