Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi Remaja SMA Di Bambanglipuro, Bantul Sebagai Langkah Jangka Panjang Pencegahan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2225Keywords:
Edukasi, Gizi, Kesehatan reproduksi, RemajaAbstract
Pengetahuan kesehatan dan reproduksi penting bagi remaja. Kesehatan reproduksi dan gizi secara langsung mempengaruhi pertumbuhan, kualitas kesehatan reproduksinya di masa depan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan gizi dan kesehatan reproduksi pada siswa SMA di Kecamatan Bambanglipuro, sebagai salah satu lokus stunting. Program ini dilaksankaan pada 25 siswa SMA dan SMK berusia 15-17 tahun yang berada di wilayah Bambanglipuro. Sesi edukasi mencakup topik-topik penting seperti gizi seimbang, peran zat gizi mikro, dan dasar-dasar kesehatan reproduksi yang berfokus pada isu relevan pada remaja. Evaluasi kegiatan ini menggunakan formulir pre-post test untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan siswa. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan gizi dan kesehata reproduksi. Sebelum intervensi, pengetahuan gizi rendah pada ropik pentingnya asupan zat besi, jenis makanan bergizi dan kesehatan reproduksi. Setelah penyuluha, sebagaian peserta mengalami peningkatan pemahaman, terutama dalam mengenali hubungan antara gizi seimbang, menstruasi dan ksehatan reproduksi secara keseluruhan. Edukasi gizi penting untuk diberikan, terutama pada kelompok remaja yang berada di daerah rural dan memiliki akses terbatas pada informasi kesehatan. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan sjenis dapat bermanfaat dalam meningkatakan literasi kesehatan remaja dan mendorong pilihan gaya hidup yang lebih sehat. Monitoring dan evaluasi lebih lanjut secara berkala penting untuk memantau keberlanjutan program dan dampak jangka panjag bagi kesehatan remaja.
References
Aramico, B., Huriyati, E., & Dewi, F. S. T. (2020). Determinant Factors Of Stunting And Effectiveness Of Nutrition, Information, Education Interventions To Prevent Stunting In The First 1000 Days Of Life: A Systematic Review. Childhood Stunting, Wasting, and Obesity, as the Critical Global Health Issues: Forging Cross-Sectoral Solutions, 285–300. https://doi.org/10.26911/the7thicph-FP.03.30
Ariestiningsih, E. S., Syarifah Has, D. F., Kurniawan, B. A., Yuliati, L. Y., Laurita, H. P., & Arifani, M. N. (2025). Effectiveness of peer education based on social cognitive theory in preventing anemia among adolescent girls at the State Senior High School 1 Kebomas Gresik. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 10(2), 461. https://doi.org/10.30867/action.v10i2.2576
Dinkes Bantul. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Bantul 2022.
Juandanilsyah, Hidayah, F., Firngadi, A., Masroni, A., Wahyuningsih, U., & Setiawan, W. (2021). Pengelolaan UKS di SMA. Direktorat Sekolah Menengah Atas.
Kabupaten Bantul. (2024). Perbup Bantul nomor 84 Tahun 2023.
Kebijakan Pembangunan, B., Kementerian, K., & Ri, K. (2022). Dalam Angka Tim Penyusun Ski 2023 Dalam Angka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mintarsih, S. N., Ambarwati, R., Ismawanti, Z., Sunarto, S., Mardiana, M., & Wijayanti, A. A. (2025). Enhancing anthropometric skills and nutrition counseling through mentoring for adolescent Posbindu cadres. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 10(2), 324. https://doi.org/10.30867/action.v10i2.2408
Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026, Pemkab Bantul (2021).
WHO. (2018). Adolescent health: Guideline for school-based health programs.
Widiasih, R., Sunjaya, D. K., Rahayuwati, L., Rusyidi, B., Ermiati, Sari, C. W. M., Mardani, Rusdi, & Tung, S. E. H. (2025). Evaluating the knowledge, roles, and skills of health cadres in stunting prevention: A mixed-method study in Indonesia. Belitung Nursing Journal, 11(3), 330–339. https://doi.org/10.33546/bnj.3722









