Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Di Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2264Keywords:
Kesehatan mental, MMYS, Pemberdayaan kader, PHQ-4Abstract
Gangguan kesehatan mental pada berbagai kelompok usia masih menjadi isu serius dalam masyarakat karena sering tidak terdeteksi sejak dini. Minimnya literasi kesehatan mental dan keterbatasan tenaga kesehatan jiwa menjadi kendala utama dalam upaya deteksi dini. Kader kesehatan memiliki potensi strategis dalam melakukan skrining awal karena kedekatannya dengan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan mental menggunakan instrumen Mini MindHEAR Youth Scale (MMYS V.1) untuk anak-remaja dan PHQ-4 untuk usia dewasa. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, pelatihan teknis, simulasi kasus, dan pre-posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Hasil pengabdian menunjukkan adanya kenaikan pengetahuan sebesar 42% dan peningkatan keterampilan kader dalam melakukan skrining mandiri sebesar 68%. Kader mampu memahami gejala depresi, kecemasan, penarikan diri sosial, serta stress emosional pada anak, remaja, dan dewasa. Kader juga mampu melakukan rujukan awal lebih terarah kepada tenaga profesional berdasarkan hasil skrining. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah pentingnya integrasi kader terlatih dengan program kesehatan jiwa berbasis komunitas di Puskesmas dan dukungan pendampingan berkelanjutan. Pemberdayaan kader terbukti efektif dalam memperkuat sistem deteksi dini kesehatan mental di masyarakat.
References
Gunawan, G., Suranti, N. M. Y., & Fathoroni, F. (2020). Variations of models and learning platforms for prospective teachers during the COVID-19 pandemic period. Indonesian Journal of Teacher Education, 1(2), 61–70.
Hafeez, S., & Muhammad, B. (2012). The impact of service quality, customer satisfaction and loyalty programs on customer’s loyalty: Evidence from banking sector of Pakistan. International Journal of Business and Social Science, 3(16), 200–209.
Heriyadi, H., Listiana, E., & Lay, Y. N. (2018). An analysis of the influence of service quality, personal selling and complaint handling and trust on customer retention. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7(2).
Jorm, A. F. (2012). Mental health literacy: Empowering the community to take action for better mental health. American Psychologist, 67(3), 231–243. https://doi.org/10.1037/a0025957
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Riset Kesehatan Dasar: Masalah Kesehatan Jiwa di Layanan Primer. Kemenkes RI.
Kroenke, K., Spitzer, R. L., Williams, J. B. W., & Löwe, B. (2009). An ultra-brief screening scale for anxiety and depression: The PHQ-4. Psychosomatics, 50(6), 613–621. https://doi.org/10.1016/S0033-3182(09)70864-3
MindHEAR Research Group. (2023). Mini MindHEAR Youth Scale (MMYS V.1): Development and validation report. MindHEAR Institute.
Rohmah, N. F. (2018). Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Intizam: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 1–11.
Setiawan, A., Prasetyo, Y. B., & Nugraheni, H. (2020). Peran kader kesehatan dalam deteksi dini masalah kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 87–95.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. WHO Press.









