Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penerapan PHBS Pasca Banjir Bandang
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2270Keywords:
Banjir bandang, Pemberdayaan masyarakat, PHBS, Sanitasi lingkunganAbstract
Banjir bandang yang melanda Nagari Padang Kandang Pulau Air, Padang Bintungan, telah menimbulkan kerusakan fisik dan mengganggu kondisi kesehatan masyarakat. Pascabencana, wilayah tersebut mengalami pencemaran air, kerusakan sanitasi, peningkatan tumpukan sampah, serta risiko penyakit menular seperti diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), leptospirosis, dan demam berdarah dengue (DBD). Kondisi ini menuntut adanya intervensi kesehatan berbasis perilaku yang mampu memberdayakan masyarakat secara mandiri untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat pascabencana melalui penyuluhan, demonstrasi, aksi bersih lingkungan, serta pembentukan kader PHBS. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan dengan melibatkan masyarakat, kader kesehatan, dan pemerintah nagari. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 30–32% setelah penyuluhan. Peserta mampu mempraktikkan cuci tangan yang benar (80%), mengelola sampah sesuai arahan (75%), serta menerapkan perilaku 3M untuk pencegahan DBD (70%). Kegiatan gotong royong juga berdampak nyata terhadap perbaikan kondisi sanitasi lingkungan, terutama pada saluran air dan area yang dipenuhi lumpur serta genangan. Pembentukan kader PHBS turut memperkuat keberlanjutan program setelah PKM selesai. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan penerapan PHBS, memperbaiki kondisi lingkungan pascabencana, serta memperkuat ketangguhan nagari dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat untuk wilayah terdampak bencana lainnya.
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Pedoman Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat. Jakarta: BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Laporan Penanganan Bencana Banjir Bandang Sumatera Barat. Jakarta: BNPB.
BNPB. (2020). Manajemen Penanganan Pascabencana. Jakarta: BNPB.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman Penanggulangan Krisis Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pedoman Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pencegahan Penyakit Pasca Banjir. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan Pascabencana. Jakarta: Direktorat P2P.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Indikator PHBS Rumah Tangga. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Promosi Kesehatan Dalam Penanggulangan Bencana. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Manajemen Krisis Kesehatan Pascabencana. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit. Jakarta: Kemenkes RI.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.
Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan: Teori & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Evaluasi Program Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Proverawati, A., & Rahmawati, E. (2012). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika.
Rifai, A. (2018). Kader Kesehatan dan Upaya Perubahan Perilaku Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.
Safitri, D., & Sari, N. (2020). Analisis risiko penyakit menular pascabencana banjir bandang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(3), 145–153.
Sugiyanto, S., & Sulistyowati, T. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam promosi kesehatan pascabencana. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2).
WHO. (2009). Hand Hygiene: A Technical Reference Manual. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2015). Water, Sanitation and Health Guidelines. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2017). Health Emergency and Disaster Risk Management Framework. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2018). Water, Sanitation, Hygiene and Health in Emergencies: A Field Guide. Geneva: WHO Press.
WHO. (2018). Monitoring Health Promotion Interventions. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2021). WASH in Emergencies. Geneva: World Health Organization.
Zulkarnaini, R., & Putra, H. (2021). Pemberdayaan masyarakat dalam promosi kesehatan pascabencana. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(2), 233–242.









