Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting Di Desa Sindanggalih Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut

Authors

  • Desy Syswianti STIKes Guna Bangsa Yogyakarta
  • Siti Maimunah STIKes Guna Bangsa Yogyakarta
  • Siti Fadhilah STIKes Guna Bangsa Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2305

Keywords:

Kader, Konseling, Pernikahan dini, PMBA, Stunting

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut, karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas jangka panjang.  Di Kabupaten Garut, prevalensi stunting mengalami dinamika, meningkat dari 22% pada 2022 menjadi 24,1% pada tahun 2023. Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat memegang peran penting dalam pemantauan pertumbuhan balita, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kompetensi kader. Desa Sindanggalih, dengan 16 posyandu aktif, 185 balita, dan 63 ibu hamil, memiliki potensi besar sebagai pusat intervensi pencegahan stunting. Namun, desa ini masih terkendala dengan banyaknya kader baru,  tingkat kehadiran posyandu yang hanya mencapai 60–70%, serta tantangan sosial seperti pernikahan dini, rendahnya konsumsi protein hewani, dan praktik IYCF yang belum optimal. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui pelatihan kader meliputi 1) Peningkatan pengetahuan kader dengan edukasi tentang stunting, komunikasi efektif dan Pemberian Makan Bayi dan Anak ( PMBA ), 2) Peningkatan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran TB dan PB, deteksi dini stunting melalui simulasi dan studi kasus, dan 3)Peningkatan keterampilan konseling kader melalui simulasi konseling PMBA. Pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang stunting, PMBA dan pernikahan dini, pengetahuan kader  mengalami peningkatan, mayoritas dalam kategori baik yaitu sebanyak 33 orang (60%). Pelatihan deteksi dini stunting yang dirancang secara partisipatif melalui praktik langsung dan studi kasus terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kader untuk melakukan pengukuran antropometri dan mengidentifikasi risiko stunting secara tepat. Pelatihan Konseling Efektif PMBA ini terbukti meningkatkan kompetensi kader dalam memberikan edukasi gizi secara tepat, responsif, dan sesuai kebutuhan individu

References

Aldy, M. N., Ramli, S., & Adhim, T. F. (2025). Pelatihan kader posyandu dalam deteksi dini stunting. SELASAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(5), 161–168.

Dewi, R., & Rahman, A. (2023). Efektivitas pelatihan PMBA terhadap peningkatan kemampuan konseling kader posyandu. Jurnal Gizi Indonesia, 11(2), 120–128.

Fitriani, R., Dewi, N., & Sari, M. (2022). Peningkatan kapasitas kader posyandu dalam deteksi dini stunting melalui pelatihan terstruktur di wilayah pedesaan. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 4(2), 85–94.

Garutkab.go.id. (2024). Pemkab Garut siap sukseskan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting. https://www.garutkab.go.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelaksanaan Posyandu Tahun 2022. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Marlenywati, I., & Sinaga, T. (2025). Refreshing pelatihan kader dalam upaya pencegahan stunting di Desa Limbung. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 6(2).

Monikasari, M., et al. (2024). Penguatan kapabilitas kader posyandu melalui pelatihan antropometri untuk deteksi dini masalah gizi stunting. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 6(2), 338–343.

Nasrullah, H., Nurhayati, E., & Rahman, F. (2023). Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting di wilayah pedesaan. Jurnal Gizi Indonesia, 12(1), 42–50.

Nurul Izzah, A. Y., et al. (2025). Peningkatan kapasitas kader dalam pengukuran antropometri dan pengisian KMS untuk deteksi dini stunting. Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa).

Pikiran Rakyat Garut. (2025). Prevalensi stunting di Garut turun jadi 14,2 persen. https://garut.pikiran-rakyat.com

Profil Desa Sindanggalih. (2024). Data sosial dan kesehatan Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan. Pemerintah Desa Sindanggalih.

Putri, S., Handayani, N., & Yusuf, A. (2022). Pengaruh penggunaan formulir penilaian konseling PMBA terhadap peningkatan kualitas konseling kader. Jurnal Kebidanan Nusantara, 7(3), 210–218.

Rahmadi, A., Rusyantia, A., & Wahyuni, E. S. (2025). Peningkatan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan dan pendampingan dalam rangka pencegahan stunting. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia.

Sari, M., Nugroho, F., & Lestari, W. (2024). Role play sebagai metode pelatihan efektif dalam peningkatan keterampilan komunikasi kader kesehatan. Jurnal Pelatihan Kesehatan, 5(1), 34–42.

Sofianita, N. I., et al. (2023). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu melalui pelatihan antropometri di Desa Jatisura. Jurnal Abdimas Mahakam, 7(1), 28–38.

Susanti, D., Octaviani, S. P., & Nufush, T. (2025). Improving community health workers’ knowledge in early stunting detection through anthropometric training and the BERAKSI application. Jurnal Kesehatan Budi Luhur, 18(2), 73–77.

World Health Organization. (2021). Infant and young child feeding counselling: Training course. WHO.

World Health Organization. (2022). Reducing stunting: Key actions for improving child growth and development. WHO.

Downloads

Published

2025-12-31