Revitalisasi Naskah Sejarah Lokal Melaalui Workshop Transliterasi Aksara Jawi Pada Bo Sultan Ibrahim
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2570Keywords:
Aksara Arab Melayu, Literasi sejarah, Surat sultan Bima, TransliterasiAbstract
Pelestarian naskah sejarah lokal menghadapi tantangan keterbatasan akses baca akibat penggunaan aksara lama yang tidak lagi dipahami oleh masyarakat luas. Salah satu naskah penting di Bima, Surat Sultan Bima, ditulis menggunakan aksara Arab Melayu (Jawi) sehingga memerlukan upaya transliterasi agar dapat diakses dan dimanfaatkan secara edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan Surat Sultan Bima sekaligus meningkatkan literasi aksara dan pemahaman sejarah lokal masyarakat melalui workshop transliterasi aksara Arab Melayu (Jawi). Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis workshop yang melibatkan Komunitas Taman Literasi Kota Bima dan Museum Samparaja Bima. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan pelatihan membaca aksara Jawi dan praktik transliterasi naskah, serta evaluasi melalui observasi dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali huruf, membaca kata sederhana, dan melakukan transliterasi dasar terhadap bagian Surat Sultan Bima. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya pelestarian warisan tertulis daerah. Kegiatan ini berimplikasi pada terbukanya akses baca yang lebih luas terhadap naskah sejarah lokal dan berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi komunitas dan lembaga kebudayaan dalam pelestarian warisan tertulis lokal.
References
Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Baried, S. B., dkk. (1994). Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Badan Penelitian dan Publikasi Fakultas Sastra UGM.
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. London: Intermediate Technology Publications.
Fathurahman, O. (2015). Filologi Indonesia: Teori dan Metode. Jakarta: Prenadamedia Group.
Iskandar. (2016). Pendidikan berbasis budaya lokal. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kuntowijoyo. (2005). Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta: Bentang Pustaka
Robson, S. O. (1994). Principles of Indonesian philology. Leiden: KITLV Press.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tilaar, H. A. R. (2009). Kebudayaan dan pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.









