Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Melalui Workshop Konseling Menyusui Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Lokasi Khusus (Lokus) Stunting Kabupaten Lampung Selatan
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v1i4.314Keywords:
Konseling, Menyusui, Stunting, ASIAbstract
Pemberian ASI Eksklusif yang belum diperoleh oleh seluruh balita di Indonesia sejalan dengan adanya masalah stunting yang lebih dari 20%. Pemerintah telah menetapkan lokasi khusus (lokus) stunting di setiap kabupaten/kota untuk prioritas pencegahan stunting. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengatasi masalah stunting. Salah satu upaya yang sebaiknya dilakukan adalah seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan yaitu menyelenggarakan workshop Konseling Menyusui bagi tenaga kesehatan dan kader kesehatan dari seluruh desa lokus stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dan tokoh masyarakat saat mendampingi ibu menyusui dalam memberikan ASI kepada bayi. Peranan tenaga kesehatan dan kader kesehatan yang terampil sangat besar terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode kegiatan dilakukan dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual, roleplay, dan studi kasus. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dimana seluruh peserta merasa materi ini penting dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Selain itu, hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan konseling menyusui yang dilihat saat kegiatan roleplay. Selanjutnya, perlu diaktifkan kembali meja empat yaitu meja penyuluhan di Posyandu agar dapat memberikan evaluasi dan edukasi kepada ibu bayi terhadap hasil pemantauan pertumbuhan bayi.agar dapat mencegah dan melakukan deteksi dini stunting.
References
Juherman, Novika, Y., (2017). Pengaruh ASI Eksklusif dalam Pencapaian Pertumbuhan Linier pada Bayi dengan Panjang Lahir Pendek di Kota Bandar Lampung. [Tesis]. Fak. Kesehatan Masyarakat, Univ. Indonesia.
Juherman, Y. N., Sutrio, S., Mulyani, R., & Wahyuni, E. S. (2022). Analisis Kualitatif Praktik Pemberian Makan Pada Bayi Dan Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Kota Bandar Lampung. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 115-1128.
Kemenkes RI. (2021). Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes, RI. (2019). Pedoman Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak. Jakarta : Direktorat Bina Gizi Masyarakat.
Rahmadi, Bertalina, Sudarmi, dan Aprina. (2020). Education on Nutrition, Sanitation, and IYCF to Increase Mother's Knowledge in Lokus Stunting Village. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 7, Issue 2, June 2022, p. 639–646 ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online). https://aisyah.journalpress.id/index.php/jika/.
WHO. (2004). Guiding principles for feeding infants and young children during emergencies. Geneva.









