Peningkatan Kesejahteraan Kelompok Usaha “Wanita Telang Mandiri” Melalui Strategi Pemasaran Inovatif Produk Teh Bunga Telang
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v1i4.406Keywords:
Bunga telang, Teh bunga telang, Wanita telang mandiri, Kelurahan bandenganAbstract
Salah satu permasalahan di wilayah pesisir khususnya di Kota Pekalongan adalah rob. Salah satu kelurahan yang memiliki dampak rob terparah yaitu Kelurahan Bandengan. Akibat dari kondisi permukimannya yang dilanda rob setiap hari, maka sebagian warga di Bandengan kehilangan matapencarian, Kondisi demikian membuat masyarakat berpikir kreatif dan inovatif, di Kelurahan tersebut telah terbentuk suatu kelompok usaha bersama yaitu Kelompok Wanita Telang Mandiri, yang terdiri dari para ibu-ibu yang memiliki keinginan kuat membantu perekonomian keluarga. Anggota kelompok tersebut telah menanam bunga telang di pagar rumah, di halaman rumah, atau di tempat- tempat yang kosong kemudian hasil tanaman tersebut diolah menjadi Teh Bunga Telang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok usaha Wanita Telang Mandiri Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan tentang literasi strategi pemasaran yang inovatif meliputi strategi kemasan, strategi foto produk, dan strategi digital marketing. Metode Pelaksanaan Kegiatan ini dibagi menjadi 4 (empat) tahapan yaitu : identifikasi permasalahan, analisa kebutuhan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan. Dari evaluasi kegiatan diketahui bahwa pada aspek pemahaman materi peserta menyatakan sangat baik sebesar 75%, baik sebesar 20%, dan cukup sebesar 5%. Kemudian pada aspek cara penyampaian materi peserta menyatakan sangat baik sebesar 40%, baik sebesar 50%, dan cukup sebesar 10%. Serta pada aspek kebermanfaatan materi peserta menyatakan sangat baik sebesar 56%, baik sebesar 25%, dan cukup sebesar 20%.
References
Adlina, Z. I., Sardjono, A. B., & Sari, S. R. (2019). Adaptasi Pemukiman Terdampak Bencana ROB (Studi Kasus: Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan). Jurnal Arsitektur ARCADE, 3(1), 21.
Apriyanti, M. E. (2018). Pentingnya Kemasan terhadap Penjualan Produk Perusahaan. Sosio E-Kons, 10(1), 20.
Aryanto, V. D. W., & Wismantoro, Y. (2020). Marketing Digital : Solusi Bisnis Masa Kinidan Masa Depan. PT Kanisius.
Bambang D. Prasetya, Nufia S Febriani, Wayan Weda Asmara Dewi, Dian Tamitiadini, N. A.D. (2018). Komunikasi Pemasaran Terpadu (1st ed.). UB Press.
Digibook, S. (2022). Fungsi Kemasan dan Packaging pada Strategi Pemasaran Produk.Digibook. https://digibook.id/blog/fungsi-kemasan-pada-strategi-pemasaran/
Djati Mardiatno. (2012). Penilaian Multi Resiko Banjir Dan ROB di Kecamatan Pekalongan Utara.. http://arismarfai.staff.ugm.ac.id/main/?p=221
Ibrahim. (2021). Google Trend Adalah: Pengertian dan Cara Menggunakannya. Accurate. https://accurate.id/digital-marketing/google-trend-adalah/
Irrubai, M. L. (2016). Strategi Labeling, Packaging dan Marketing Produk Hasil Industri Rumah Tangga. Social Science Education Journal, 3(1), 17–26.
Kartika, D., & Suminar, R. E. (2015). Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi Banjir Rob di Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan. Repository Universitas Gajahmada. http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/91126
Kotler, Kartajaya, H., & Setiawan Iwan. (2017). Marketing 4.0 : moving from traditional todigital. John Wiley.
Muhardono, A., Satrio, D., Lestari, H. I., & Fadhilah, A. A. (2022). Pelatihan Optimalisasi Facebook Marketing dan Konten Strategi Foto Produk pada UMKM Kampung ATBM Desa Cepagan. Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(4), 192–199.
Mutiarawati, T., & Sudarmo. (2021). Collaborative Governance Dalam Penanganan Rob di Kelurahan Bandengan Kota Pekalongan. Jurnal Wacana Publik, 1(2), 82–98.
Sitanggang, W. S. (2013). Upaya Masyarakat Dalam Penangan Tempat Bermukim Di Lingkungan Pesisir Kelurahan Bandengan Pekalongan Utara. Jurnal Teknik PWK, 2(4).









