Hubungan Cuci Tangan terhadap Rhinitis Alergi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2024-2025

Penulis

  • Muhamad Misbah Almunir Universitas Malahayati
  • Ade Utia Detty Universitas Malahayati
  • Arti Febriyani Hutasuhut Universitas Malahayati
  • Bara Ade Wijaya Suprayitno Universitas Malahayati

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss3.3038

Kata Kunci:

kebiasaan cuci tangan, mahasiswa kedokteran, rhinitis alergi, SFAR

Abstrak

Rhinitis alergi merupakan inflamasi kronis pada mukosa hidung yang sering ditemukan pada remaja akhir dan dewasa muda. Pada mahasiswa, keluhan ini dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, aktivitas perkuliahan, serta kualitas hidup. Paparan alergen lingkungan yang berulang menjadi salah satu faktor yang berperan dalam munculnya rhinitis alergi. Kebiasaan cuci tangan dipilih sebagai variable utama karena tangan sering bertindak sebagai vektor  yang memindahkan alergen lingkungan secara langsung ke area wajah terutama mukosa hidung dan mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan cuci tangan dan kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2024–2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dan dilaksanakan pada Mei 2026. Sampel berjumlah 143 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kejadian rhinitis alergi dinilai menggunakan kuesioner SFAR, sedangkan kebiasaan cuci tangan dinilai melalui kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 31 responden (21,7%) mengalami rhinitis alergi dan 116 responden (81,1%) memiliki kebiasaan cuci tangan baik. Nilai p = 0,510 menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan cuci tangan dan kejadian rhinitis alergi. Dengan demikian, kebiasaan cuci tangan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa kedokteran. Temuan ini mengimplikasikan bahwa Pengendalian paparan alergen lingkungan tetap menjadi prioritas utama dalam pencegahan rhinitis alergi.

Referensi

Cheng, M., Dai, Q., Liu, Z., Wang, Y., & Zhou, C. (2024). New progress in pediatric allergic rhinitis. Frontiers in Immunology, 15.

Choi, H. G., Kim, S. Y., Joo, Y. H., Cho, H. J., Kim, S. W., & Jeon, Y. J. (2022). Incidence of asthma, atopic dermatitis, and allergic rhinitis in korean adults before and during the COVID-19 pandemic using data from the korea national health and nutrition examination survey. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(21).

Choi, H., Yoon, S. W., Lee, J., Lee, H., & Ahn, Y.-S. (2025). How allergic conditions influence hygiene practices among adolescents: insights from a nationwide youth survey data. International Journal of Environmental Health Research, 35(11).

Faiza, A. H. (2024). Hubungan kebiasaan cuci tangan menggunakan sabun dengan rhinitis alergi. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Huriyati, E., & Hafiz, A. (2022). Diagnosis dan penatalaksanaan rinitis alergi yang disertai asma bronkial. Fakultas Kedokteran Universitas Andalan.

Jones, G., House, R., Bosnic-Anticevich, S., Cheong, L., & Cvetkovski, B. (2024). Young adults and allergic rhinitis : a population often overlooked but in need of targeted help. Allergies, 4(4), 145–161.

Kasim, M., Fitriyani, N., & Buchori, R. M. (2020). Hubungan rinosinusitis kronik dengan rinitis alergi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 271–277.

Kim, E. ., & Kim, J. (2022). Smartphone dependency and the risk of personal hygiene hand washing behavior and allergic diseases. Journal of the Korea Academia-Industrial Cooperation Society, 23(9), 362–370.

Kurnia, F. N., Hartana, A., & Rengganis, I. (2021). Faktor pencetus kejadian alergi pernapasan pada pasien dewasa di RSUPN Dr . Cipto Mangunkusumo. Jurnal Sumebrdaya Hayati, 5(2), 72–80.

Nissa, R., Fatimah, S., Sumarno, A., & Noviyanti. (2024). Pengaruh pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun terhadap pencegahan penyakit pada siswa sekolah dasar negeri lubang buaya 03 jakarta timur. Jurnal Afiat Kesehatan Dan Anak, 10(2), 1–20.

Nurhaliza, I., & Imanto, M. (2022). Faktor risiko kejadian rinitis alergi pada anak. Medula, 12(4), 8–13.

Ricardo, M. A. E., & Imanto, M. (2026). Laporan kasus : pasien perempuan 25 tahun dengan rhinitis alergi. Medula, 16(2), 25–30.

Shofi, A. B., Yahya, A., & Duhitatrissari, F. P. (2024). Analysis of the relationship between gender and allergic. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Unisma.

Sihotang, W. Y., Silalahi, M. I., Sinurat, B., Dina, S., Ongko, N. X., Diana, L., & Widyaningsih. (2022). Prevalensi dan faktor resiko sangkaan rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran universitas prima indonesia. Jurnal Prima Medika Sains, 3(2), 47–52.

Wee, J. H., Park, M. W., Min, C., Park, I.-S., Park, B., & Choi, H. G. (2020). The association between high hygiene scores and allergic rhinitis in korean adolescents. International Forum Allergy Rhinol, 10(8), 1024–1030.

Zoabi, Z., Schaffer, F., Eliashar, R. (2022). Allergic rhinitis: pathophysiology and treatment focusing on mast cells. Biomedicines, 10(10), 2486.

Zuhra, F. (2024). Pengaruh suhu dingin terhadap derajat keparahan rhinitis berdasarkan skor visual analog scale (VAS) pada mahasiswa program studi kedokteran universitas malikussaleh. Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-28