Gambaran Sindrom Mata Kering pada Pegawai Kantor X di Lingkungan Ber-AC
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss3.3071Kata Kunci:
lingkungan ber-AC, pegawai kantor, sindrom mata kering, OSDIAbstrak
Sindrom mata kering merupakan salah satu gangguan multifaktorial pada permukaan mata yang ditandai dengan gangguan homeostasis pada lapisan air mata dan sering ditemukan pada pekerja kantoran yang bekerja di lingkungan ber-AC. Kondisi ini banyak dijumpai pada pekerja kantoran, terutama yang beraktivitas di ruangan ber-AC dengan kelembapan udara yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sindrom mata kering pada pegawai kantor yang bekerja di lingkungan ber-AC. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional sehingga hanya menggambarkan distribusi kejadian, bukan menguji hubungan sebab-akibat antara paparan AC dengan sindrom mata kering. Populasi pada penelitian ini adalah pegawai kantor X yang bekerja di lingkungan ber-AC dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner OSDI (Ocular Surface Disease Index) dan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian didapatkan gambaran sindrom mata kering sebanyak 82 responden (75,2%) dengan gejala yang paling banyak ditemukan yaitu mata sensitif terhadap cahaya (81,7%). Sebagian besar sindrom mata kering ditemukan pada kelompok usia 30-39 tahun (74,5%), berjenis kelamin perempuan (82,0%), menggunakan AC dengan durasi >8 jam per hari (75,3%), dan menggunakan komputer dengan durasi >6 jam per hari (77,1%). Dapat disimpulkan bahwa sindrom mata kering merupakan masalah kesehatan mata yang cukup sering ditemukan pada pegawai kantor di lingkungan ber-AC.
Referensi
Abuallut, I., Hurissi, E., Khawaji, E. A., Khormi, G., Othathi, R., Azyabi, F. Y., … Khawaji, E. (2023). Dry Eye Symptoms in Jazan University Lecturers During the COVID-19 Pandemic Using Ocular Surface Disease Index (OSDI). Cureus, 15(11). https://doi.org/10.7759/cureus.49123
Alkabbani, S., Jeyaseelan, L., Rao, A. P., Thakur, S. P., & Warhekar, P. T. (2021). The prevalence, severity, and risk factors for dry eye disease in Dubai–a cross sectional study. BMC Ophthalmology, 21(1), 219. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s12886-021-01978-4
Chlasta-Twardzik, E., Górecka-Nitoń, A., Nowińska, A., & Wylęgała, E. (2021). The Influence of Work Environment Factors on the Ocular Surface in a One-Year Follow-Up Prospective Clinical Study. Diagnostics, 11(3), 392. https://doi.org/10.3390/diagnostics11030392
Deo, N., & Nagrale, P. (2024). Dry eye disease: an overview of its risk factors, diagnosis, and prevalence by age, sex, and race. Cureus, 16(2). https://doi.org/10.7759/cureus.54028
Golden, M. I., Meyer, J. J., Zeppieri, M., & Patel, B. C. (2024). Dry eye syndrome. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470411/
Gorimanipalli, B., Khamar, P., Sethu, S., & Shetty, R. (2023). Hormones and dry eye disease. Indian Journal of Ophthalmology, 71(4), 1276–1284. https://doi.org/10.4103/IJO.IJO_2887_22. PMID:37026259
Hernandez-Llamas, S., Paz-Ramos, A. K., Marcos-Gonzalez, P., Amparo, F., & Garza-Leon, M. (2020). Symptoms of ocular surface disease in construction workers: comparative study with office workers. BMC Ophthalmology, 20(1), 272. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s12886-020-01548-0
Latupono, S., Tualeka, S., & Taihuttu, Y. (2021). Hubungan penggunaan media elektronik visual dengan kejadian sindroma mata kering di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Molucca Medica, 22–35. https://doi.org/10.30598/molmed.2021.v14.i1.22
Najmi, H. H., Tubayqi, A. M., Bakri, S. M., & Alsharif, A. M. (2025). Prevalence and risk factors of dry eye symptoms in Jazan Province, Saudi Arabia: a cross-sectional study. Frontiers in Ophthalmology, 5, 1610763. https://doi.org/10.3389/fopht.2025.1610763
Noor, N. A., Rahayu, T., & Gondhowiardjo, T. D. (2020).
Prevalence of Dry Eye and its Subtypes in an Elderly Population with Cataracts in Indonesia
. Clinical Ophthalmology, Volume 14, 2143–2150. https://doi.org/10.2147/OPTH.S240057Okumura, Y., Inomata, T., Iwata, N., Sung, J., Fujimoto, K., Fujio, K., … Murakami, A. (2020). A review of dry eye questionnaires: measuring patient-reported outcomes and health-related quality of life. Diagnostics, 10(8), 559. https://doi.org/10.3390/diagnostics10080559
Putri, M. R., Amir, S. P., Novriansyah, Z. K., Maharani, R. N., & Aulia, N. (2024). Hubungan Derajat Sindrom Mata Kering Terhadap Durasi Penggunaan Gagdet Pada Mahasiswa. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(8), 565–571. https://doi.org/10.33096/fmj.v4i8.483
Rani Himayani, R. (2020). Hubungan Penggunaan Air Conditioner (AC) di Ruang Kelas Terhadap Kejadian Sindrom Mata Kering Pada Pelajar SMA Negeri Bandar Lampung. MEDULA, Medicalprofession Journal of Lampung University, 9(1), 35–39. Retrieved from http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/26732
Romeo, M. A., Coco, G., Taloni, A., Carnovale-Scalzo, G., Scorcia, V., & Giannaccare, G. (2024). Digital applications for videoterminal-associated dry eye disease. Vision, 8(4), 67. https://doi.org/10.3390/vision8040067
Safitri IN, Chodidjah, & Rahmawati A. (2025). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Sindrom Mata Kering Menggunakan OSDI, CLDEQ-8 dan TBUT (Studi Observasional Pada Pengguna Lensa Kontak Lunak di Fakultas Kedokteran Unissula). Retrieved from https://repository.unissula.ac.id/41197/
Salmon, J. F. (2024). Kanski’s clinical ophthalmology e-book: a systematic approach. Elsevier Health Sciences.
Swasty, & Tursinawati, Y. (2021). Kejadian dry eye pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas muhammadiyah semarang dipengaruhi oleh paparan AC. Syifa’MEDIKA: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan. https://doi.org/10.32502/sm.v11i2.2927
Ulimanisa, R., Meutia, F., & Razali, R. (2025). Hubungan Penggunaan Air Conditioner (AC) dan Gadget dengan Kejadian Sindroma Mata Kering pada Siswa SMA Laboratorium School Syiah Kuala Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 8(4), 10–17. https://doi.org/10.35324/jknamed.v8i4.369
Wardani, D. W. S. R., Rudiyanto, W., & Himayani, R. (2024). Tinjuan Pustaka: Hubungan Jenis Kelamin dan Hormon Androgen dengan Kejadian Dry-Eye Disease. Medical Profession Journal of Lampung, 14(3), 476–481. https://doi.org/10.53089/medula.v14i3.992.











