Hubungan Perilaku PSN 3M Plus, Karakteristik Kontainer, dan Lingkungan Fisik Rumah terhadap Keberadaan Jentik Aedes sp. di Wilayah Kerja BKK Pelabuhan Laut Meulaboh

Penulis

  • Putri Melinda Universitas Teuku Umar
  • Maiza Duana Universitas Teuku Umar
  • Onetusfifsi Putra Universitas Teuku Umar
  • Susy Sriwahyuni Universitas Teuku Umar
  • Zakiyuddin Zakiyuddin Universitas Teuku Umar

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss3.3135

Kata Kunci:

Aedes sp, DBD, karakteristik kontainer, lingkungan fisik rumah, PSN 3M plus

Abstrak

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberadaan Jentik Aedes sp. merupakan indikator risiko penularan DBD yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku PSN 3M Plus, karakteristik kontainer, dan lingkungan fisik rumah terhadap keberadaan jentik Aedes sp. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah yang berada di wilayah Kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pelabuhan Laut Meulaboh berjumlah 124 bangunan dengan sampel berjumlah 60 bangunan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengukuran melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,033; PR=2,65; 95% CI: 1,18–5,94) dan tindakan (p=0,002; PR=6,56; 95% CI: 1,64–26,2)  dengan keberadaan jentik, serta antara kondisi (p=0,003; PR=6,33; 95% CI: 1,57–25,52) dan warna kontainer (p=0,001; PR=3,39; 95% CI: 1,66–6,92) Sementara itu, sikap PSN 3M Plus, jenis dan letak kontainer, serta kelembaban dan kepadatan hunian tidak menunjukkan hubungan signifikan (p>0,05). Implikasinya, pengendalian vektor di wilayah pelabuhan perlu memprioritaskan peningkatan pengetahuan dan praktik PSN 3M Plus, terutama penutupan kontainer dan pengurangan penggunaan kontainer berwarna gelap.

Referensi

Anggraeni, I. S. (2019). Hubungan keberadaan jentik dengan sumber air, jumlah penghuni, dan lokasi rumah di Kecamatan Sukun dan Kecamatan Blimbing Kota Malang [Skripsi, Universitas Brawijaya].

Azlina, A., Adrial, A., & Anas, E. (2016). Hubungan tindakan pemberantasan sarang nyamuk dengan keberadaan larva vektor DBD di Kelurahan Lubuk Buaya. Jurnal Kesehatan Andalas, 5(1), 221–227.

BKK Meulaboh. (2025). Rekapan database Timker 3 Wilker Meulaboh.

Budiyanto, A. (2010). Pengaruh perbedaan warna ovitrap terhadap jumlah telur nyamuk Aedes spp. yang terperangkap. Aspirator, 2(2), 99–102.

Budiyanto, A. (2012). Karakteristik kontainer terhadap keberadaan jentik Aedes aegypti di sekolah dasar. Jurnal Pembangunan Manusia, 6(1), 1–9.

Chahaya, I., Tumanggor, W. R. E., Sutami, B. D., & Tsabitha, A. (2025). Determinasi lingkungan dan perilaku terhadap keberadaan jentik Aedes spp. [Nama jurnal perlu dikonfirmasi], 5, 41–52.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 431/MENKES/SK/IV/2007 tentang pengendalian risiko kesehatan lingkungan di pelabuhan/bandara/pos lintas batas.

Dinas Kesehatan Aceh. (2022). Profil kesehatan Aceh 2022.

Dinas Kesehatan Aceh Barat. (2024). Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD. https://data.acehbaratkab.go.id/dataset/cakupan-penemuan-dan-penanganan-penderita-penyakit-dbd/resource/28cc2637-517c-40cd-8a62-ef75b10e283e

Gafur, A., & Jastam, M. S. (2015). Faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Batua Kota Makassar tahun 2015. Al-Sihah: Public Health Science Journal, 7(1), 50–63.

Herdianti. (2017). Hubungan suhu, kelembaban dan curah hujan terhadap keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di RT 45 Kelurahan Kenali Besar. Occupational Medicine, 53(4), 130.

Hijriah, N., Rahman, & Sulaeman, U. (2021). Hubungan perilaku 3M Plus IRT dengan keberadaan jentik Aedes di Antang Perumnas Makassar. Window of Public Health Journal, 1(5), 599–608.

Izhar, M., & Syukri, M. (2022). [Judul artikel perlu dikonfirmasi]. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 7(2), 183–194. https://formilkesmas.respati.ac.id/index.php/formil/article/view/438/168

Izza, A. N., & Mulasari, S. A. (2023). Hubungan faktor lingkungan dengan keberadaan vektor demam berdarah dengue (DBD). Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic, 3. https://doi.org/10.26858/uej.v1i3.8073

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (1999). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan perumahan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pelabuhan dan bandar udara sehat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis bidang kekarantinaan kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Demam berdarah masih mengintai. Mediakom. https://link.kemkes.go.id/mediakom

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Waspada demam berdarah dengue. https://pusatkrisis.kemkes.go.id/waspada-demam-berdarah-dengue

Mulyani, L., Setiyono, A., & Faturahman, Y. (2022). Hubungan faktor lingkungan fisik rumah, volume kontainer dan faktor perilaku pemberantasan sarang nyamuk dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes sp. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 18(2), 448–466.

Lestari, I. P., Pertiwi, K. D., & Wijayanti, F. (2021). Analisis determinan perilaku terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Ambarawa. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 3(2), 135–137.

Listiono, H., & Novianti, L. (2020). Nyamuk Aedes aegypti berdasarkan karakteristik kontainer. Jurnal Kesehatan, 5, 74–86.

Nani, N. (2017). The relationship between PSN behavior with existence larvae of Aedes aegypti in Port of Pulang Pisau. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i1.2017.1-12

Notoatmodjo, S. (2007). Kesehatan masyarakat: Ilmu dan seni. Rineka Cipta.

Ramadhan, B. I. (2020). Keberadaan jentik Aedes aegypti dan Aedes albopictus berdasarkan karakteristik kontainer di sekolah dasar, Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, tahun 2018. Jurnal Nasional Kesehatan Lingkungan Global, 1(1). https://doi.org/10.7454/jnklg.v1i1.1035

Ridho, M. R., Dalilah, & Anwar, C. (2017). Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang DBD dengan jumlah larva nyamuk. Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 3(1), 39–51.

Santoso, S., Margarety, I., Taviv, Y., Wempi, I. G., Mayasari, R., & Marini, M. (2018). Hubungan karakteristik kontainer dengan keberadaan jentik Aedes aegypti pada kejadian luar biasa demam berdarah dengue: Studi kasus di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Vektor Penyakit, 12(1), 9–18. https://doi.org/10.22435/vektorp.v12i1.229

World Health Organization. (2005). The International Health Regulations (2005).

World Health Organization. (2024). Dengue: Global situation. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2024-DON518

World Health Organization. (2025). Dengue and severe dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

Yusmita, F. (2022). Hubungan upaya pemberantasan sarang nyamuk (3M Plus) dengan risiko penularan DBD di Kelurahan Kuranji wilayah kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2022.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30