Hubungan Asi Ekslusif, MPASI dan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Morokai

Penulis

  • Rahma Tunny STIKes Maluku Husada
  • Herlien Sinay STIKes Maluku Husada
  • Fitria Umagapi STIKes Maluku Husada
  • Ety Dusra STIKes Maluku Husada

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss3.3190

Kata Kunci:

balita, BBLR, MP-ASI, riwayat pemberian ASI esklusif, stunting

Abstrak

Stunting merupakan masalah pertumbuhan pada balita yang berkaitan dengan pemenuhan gizi dan kondisi kesehatan pada periode awal kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada balita di Desa Morokai, wilayah kerja Puskesmas Pasahari B, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 70 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan Buku KIA, serta pengukuran panjang/tinggi badan balita. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 balita (32,9%) mengalami stunting. Riwayat pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,001; PR=11,28; 95% CI: 3,71–34,32). Pemberian MP-ASI juga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,001; PR=44,96; 95% CI: 6,45–313,15). BBLR berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,001). Seluruh balita dengan riwayat BBLR mengalami stunting, sedangkan seluruh balita tanpa riwayat BBLR tidak mengalami stunting, sehingga ukuran asosiasi dan CI 95% tidak dapat diestimasi karena terdapat sel dengan frekuensi nol. Kesimpulannya, ASI eksklusif, MP-ASI, dan BBLR berhubungan dengan kejadian stunting. Pencegahan perlu dilakukan melalui optimalisasi ASI eksklusif, pemberian MP-ASI sesuai kebutuhan, dan pemantauan pertumbuhan balita dengan riwayat BBLR.

Referensi

Afra Maiza, A., & Julinar. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Ahmar Metastasis Health Journal, 2(1).

Aryani, R., & Suryani, I. (2023). Hubungan pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR dan asupan zink dan protein dengan kejadian stunting pada bayi usia 12–36 bulan di RSUTP Abdya. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(2), 1474–1482.

Batu, A. C., Astuti, R. P., & Noviyani, E. P. (2022). Hubungan berat badan lahir, ASI eksklusif dan lama pemberian ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Saintek Journal of Indonesia, 1(3), 126–133. https://doi.org/10.53801/sjki.v1i3.32

Ilmi Khoiriyah, H., Dewi Pertiwi, F., & Noor Prastia, T. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Bantargadung Kabupaten Sukabumi tahun 2019. Promotor, 4(2), 145–152. https://doi.org/10.32832/pro.v4i2.5581

Isti, S. M., Rahma, C., Putri, S. E., & Iskandar, W. (2026). Kontribusi ASI eksklusif dan faktor berat badan lahir rendah terhadap kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya. 12(1), 280–285.

Kalsum, U., Annisa, N., Abdullah, A. D., & Latif, A. R. (2022). Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini sebagai salah satu faktor penyebab kejadian stunting. Ahmar Metastasis Health Journal, 2(3).

Khairani, A. S., & Soviana, E. (2022). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Hadimulyo Timur Kabupaten Kota Metro Provinsi Lampung. Jurnal ..., 1(2), 1–7.

Novianti, I., Mardianti, D., & Muchtar, A. S. (2020). Pemberian ASI dan BBLR berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12–36 bulan. Jurnal ..., 6(3), 329–334.

Parellangi, A., Syukur, N. A., & Info, A. (2023). Hubungan ASI eksklusif, MPASI, dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sekatak Buji tahun 2023. Aspiration of Health Journal, 1(4), 608–617.

Rahmawati, A. F., Muniroh, L., & Zahrotun, F. (2023). Hubungan asupan zat gizi makro, pemberian MP-ASI, dan riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 6–24 bulan di Suku Tengger. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(3), 3063–3071. https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i3.4070

Rumingsih, S., & Afrika, E. (2022). Hubungan status gizi, BBLR dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas. Jurnal ..., 6(April), 575–582.

Safira, S., Putri, I., Tirtayanti, S., & Pujiana, D. (2023). Hubungan pemberian ASI eksklusif dan MPASI dengan kejadian stunting. Jurnal Ilmu Kesehatan, 18(1), 7–14.

Soraya, A., & Kirana, R. (2025). Hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta usia 7–24 bulan di Puskesmas Alalak Selatan tahun 2024. Jurnal ..., 1(8), 1184–1190.

Sukmawati, R. A., Rowa, S. S., & L. S. (2025). Pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dini dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Bontokadatto Kabupaten Takalar. Media Gizi Pangan, 32.

Theresya, A. R. (2025). Hubungan BBLR dengan kejadian stunting pada anak balita di Puskesmas Gebang, Kabupaten Langkat. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan–Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 24(2), 446–453. https://jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30