Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Lilin Aromatherapi Untuk Melatih Biointerprenuership Siswa SMAN 1 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya

Authors

  • Herditiya Herditiya IKIP PGRI Pontianak
  • Ivan Eldes Dafrita IKIP PGRI Pontianak
  • Eka Trisianawati IKIP PGRI Pontianak
  • Nawawi Nawawi IKIP PGRI Pontianak
  • Mustika Sari IKIP PGRI Pontianak
  • Novi Nurmayanti IKIP PGRI Pontianak
  • Tesa Manisa IKIP PGRI Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v2i4.866

Keywords:

Biointerprenuership, Lilin aromatherapi, Minyak jelantah

Abstract

SMA Negeri 1 Sungai Kakap terletak di Kabupaten Kubu Raya. SMA Negeri 1 Sungai Sungai Kakap telah menjalankan proses pendidikan dan pengajaran dengan baik. Namun, dalam pembelajaran terutama di mata pelajaran IPA, belum optimal memanfaatkan potensi limbah rumah tangga sekitar sebagai sumber belajar. Guru belum mampu merancang sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan kewirausahaan siswa sehingga siswa belum mengetahui pentingnya untuk belajar tentang kewirausahaan. Salah satu bahan tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan kembali adalah minyak jelantah, yaitu minyak bekas menggoreng yang bisa didapat dari limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga berupa minyak jelantah tersebut dapat diolah mejadi lilin aromatherapi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar khususnya menumbuhkan minat belajar kewirausahaan bagi siswa. Pembuatan lilin aromatherapi untuk melatih biointerprenuership siswa merupakan salah satu cara untuk memberikan pengalaman tentang kewirausahaan secara langsung kepada siswa di sekolah. Pengalaman-pengalaman tentang kewirausahaan perlu dilatih sedini mungkin terutama di lingkungan sekolah sehingga kedepannya siswa dapat membuka peluang usaha yang kreatif dan inovatif dalam pengolahan minyak jelantah untuk meningkatkan ekonomi dan kesadaran kebersihan, kesehatan lingkungan dan bahaya pengunaan minyak goreng secara berulang. Kegiatan yang dilakukan dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan di hari pertama yakni pemberian materi mengenai dasar pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Hari kedua yakni praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah beserta evaluasi kegiatan dengan pemberian angket kepada peserta. Hasil yang diperoleh berupa lilin aromaterapi dengan berbagai bentuk, aroma, serta warna yang menarik. Hasil analisis angket menunjukkan jika kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dengan perolehan skor sebesar 3,6.

References

Aidil Adhani, Fatmawati. (2019) Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Dan Lilin Hias Untuk Meminimalisir Minyak Jelantah Bagi Masyarakat Kelurahan Pantai Amal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo. 3(02).

Dyah Titis dkk. Ekonomi Kreatif: Pemanfaatan Limbah Jelantah Untuk Pembuatan Lilin Aromaterapi. (2020). Prosiding Semnas PPM 2020: Inovasi Teknologi dan Pengembangan Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat Pasca Covid-19

Murhananto dan Aryasatyani, R. (2004). Membuat dan Mendekorasi Lilin. Puspa Swara, Jakarta.

Nur Isna Inayati, Kurnia Ritma Dhanti. (2021). Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Lilin Aromaterapi Alternatif Tambahan Penghasilan Pada Anggota Aisyiyah Desa Kebanggan Kec, Sumbang. Jurnal Budimas. 3(01).

Primadiati, R. (2002). Aromaterapi: Perawatan Alami Untuk Sehat dan Cantik. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Rizka, L. (2014). Pengertian Lilin Aromaterapi. (Online). Diakses pada tanggal 29 Agustus 2017.

Suharti, R. (2013). Keanekaragaman Lumut Sejati di Taman Nasional Gunung Merapi Sleman. Skripsi. Yogyakarta: FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. https://adoc.pub/download/keanekaragaman-lumut-sejati-di-taman-nasional-gunungmerapi-.html?reader=1.

Downloads

Published

2023-12-01

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.