Pelatihan Ragam Gending Lancaran dalam Penguatan Literasi Karawitan Anak di Sanggar Seni Kencana Jati, Giriwoyo, Wonogiri
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v5i3.3344Keywords:
Gending lancaran, Literasi karawitan, Pelatihan, Sanggar seniAbstract
Literasi karawitan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memainkan instrumen, tetapi juga pemahaman terhadap nama, bentuk, struktur, karakteristik, dan pola tabuhan gending. Di Sanggar Seni Kencana Jati, Giriwoyo, Wonogiri, peserta telah memiliki pengalaman memainkan gamelan, tetapi pemahaman konseptual terhadap ragam gending lancaran belum seimbang dengan kemampuan praktiknya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi karawitan anak melalui pelatihan ragam gending lancaran. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan 20 anak anggota sanggar melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan kemampuan peserta dalam menyebutkan nama dan karakteristik gending, mengenali struktur penyajian, mengidentifikasi pola tabuhan, serta mempraktikkan ragam gending lancaran secara berkelompok. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta dapat mengidentifikasi beberapa ragam gending lancaran, menjelaskan unsur dasar penyajiannya, mengikuti pola tabuhan sesuai instrumen, dan memainkan gending secara bersama-sama dengan koordinasi antarpemain yang lebih baik selama proses latihan. Peserta juga menunjukkan partisipasi aktif melalui diskusi, praktik, dan tutor sebaya. Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran karawitan yang mengintegrasikan pemahaman konseptual dan praktik musikal sebagai bagian dari upaya pelestarian seni tradisional di lingkungan sanggar.
References
Astrawira Wae, D. F., & Yermiandhoko, Y. (2022). Rancangan media pembelajaran seni karawitan jaranan untuk anak SMP. Imaji, 20(1), 58–68. https://doi.org/10.21831/imaji.v20i1.41170
Biasutti, M., & Concina, E. (2021). Online composition: strategies and processes during collaborative electroacoustic composition. British Journal of Music Education, 38(1), 58–73. https://doi.org/10.1017/S0265051720000157
Dibia, I. M. (2012). Manajemen sanggar seni. Udayana University Press.
Green, L. (2008). Music, informal learning and the school: A new classroom pedagogy. Ashgate.
Hallam, S. (2010). The power of music: Its impact on the intellectual, social and personal development of children and young people. International Journal of Music Education. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0255761410370658
Hanif, M., & Sri Maruti, E. (2024). The role of traditional music ‘ Karawitan’ in building community resilience in the Sodong Ponorogo Buddhist Village East Java Indonesia to facing the Covid-19 pandemic. Cogent Arts & Humanities, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2311004
Hastanto, S. (2009). Konsep pathet dalam karawitan Jawa. ISI Press.
Mawang, L. L. (2026). Collaborative learning and persistence in music education: Examining music self-perception as a mediator among adolescent students. International Journal of Music Education, 44(2), 460–473. https://doi.org/10.1177/02557614241282088
Nuristama, R. U. (2024). Reimagining Music Education: School–Community Partnerships for Cultural Sustainability in Indonesia. Harmonia : Journal of Music and Arts, 2(3), 173–184. https://doi.org/10.61978/harmonia.v2i3.1040
Nurvijayanto, R., & Apriyani, W. L. (2024). Pelatihan Karawitan dan Tari di Sekolah Dasar Negeri Mlese, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian Seni, 5(2), 139–150. https://doi.org/10.24821/jps.v5i2.14097
Prabawa, A. K. (2022). Orientasi Istilah-Istilah dalam Pembelajaran Seni Karawitan Jawa melalui Aspek Psikologi Kognitif. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 2(1), 5–14. https://doi.org/10.24821/ijopaed.v2i1.6109
Purnama, Y. A., & Winarko, J. (2021). Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Karawitan Di Sanggar Bajra Musthi Smpn 2 Tulungagung. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 11(1), 108–124. https://doi.org/10.26740/jps.v11n1.p108-124
Raharja, B. (2019). Pembelajaran karawitan Jawa tingkat dasar berbasis multimedia dalam blended learning. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 20(3), 176–188. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/resital.v20i3.3842
Sumarsam. (1995). Gamelan: Cultural interaction and musical development in Central Java. In University of Chicago Press.
Supanggah, R. (2002). Bothekan karawitan I. STSI Press.
Swanwick, K. (2002). Teaching music musically. Routledge.
Swarbawa, I. G. G. D. N. (2024). Meguru Panggul and Meguru Kuping Learning Strategy for the Young Generation at the Hari Dwipa Gamelan Group | Strategi Pembelajaran Meguru Panggul dan Meguru Kuping Pada Generasi Muda Di Hari Dwipa Gamelan Group. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 4(4), 399–406. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v4i4.3988
UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO.









